Beranda Berita Prabowo Alokasikan Rp5 Triliun untuk Gudang dan RMU, Serap Gabah Mulai Februari

Prabowo Alokasikan Rp5 Triliun untuk Gudang dan RMU, Serap Gabah Mulai Februari

0
61

Langkah Percepatan Infrastruktur Pascapanen untuk Menyerap Gabah dan Beras

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan langkah percepatan pembangunan infrastruktur pascapanen. Tujuannya adalah untuk mendukung penyerapan gabah dan beras nasional. Pernyataan ini disampaikannya setelah menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (20/11/2025).

Amran menanggapi rencana pembangunan 50 gudang oleh Bulog dengan menegaskan bahwa persiapan telah berjalan. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan rapat bersama Bulog untuk memastikan kesiapan infrastruktur tersebut.

“Kita sudah mempersiapkan hal itu. Tadi aku rapat bersama Bulog. Akan dibangun RMU besar dan gudang. Di seluruh Indonesia anggarannya Rp5 triliun,” ujar Amran.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Presiden Ke-8 RI telah memerintahkan agar seluruh kesiapan penyerapan gabah dan beras selesai sebelum Februari 2026. Saat ini tinggal dua bulan lagi hingga waktu yang ditentukan.

“Presiden sudah memerintahkan agar persiapan menyerap gabah dan beras bulan Februari tuntas. Kita perlu menyerap 3 juta ton. Karena estimasi stok di akhir tahun itu mungkin kurang lebih 3 juta ton,” kata Amran.

Menurutnya, stok gabah dan beras di akhir tahun akan menjadi yang tertinggi dalam sejarah. Namun, upaya penyerapan tambahan pada Februari nanti membuat kebutuhan gudang meningkat. Oleh karena itu, kebutuhan ruang penyimpanan saat ini sangat mendesak.

“Karena gudang kita penuh. Jadi kita siapkan dengan anggaran Rp5 triliun,” tambahnya.

Saat ditanya mengenai sumber pendanaan proyek tersebut, Amran memastikan bahwa dana yang digunakan berasal dari APBN.

“Dari APBN,” tegasnya singkat.

Rencana Pembangunan Infrastruktur Pascapanen

Beberapa langkah strategis telah diambil untuk memastikan kesiapan infrastruktur pascapanen:

  • Pembangunan Gudang dan RMU Besar

    Pemerintah akan membangun 50 gudang dan beberapa RMU besar di seluruh Indonesia. Anggaran yang dialokasikan mencapai Rp5 triliun.

  • Kesiapan Sebelum Februari 2026

    Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan agar seluruh kesiapan penyerapan gabah dan beras selesai sebelum Februari 2026. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan stok di akhir tahun.

  • Stok Gabah dan Beras yang Tinggi

    Estimasi stok gabah dan beras di akhir tahun 2025 mencapai sekitar 3 juta ton. Ini akan menjadi rekor tertinggi dalam sejarah.

  • Kebutuhan Ruang Penyimpanan Mendesak

    Gudang yang ada saat ini sudah penuh. Untuk itu, pemerintah menyiapkan anggaran yang cukup besar agar infrastruktur penyimpanan dapat memadai.

Pendanaan Proyek Infrastruktur

Proyek pembangunan infrastruktur pascapanen didanai melalui APBN. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan ketersediaan infrastruktur yang memadai untuk mendukung sektor pertanian.

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap dapat menstabilkan pasokan gabah dan beras nasional serta meningkatkan efisiensi dalam proses penyerapan. Diharapkan, kebijakan ini juga akan memberikan dampak positif bagi para petani dan konsumen di seluruh Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini