Prabumulih, Reformasi.co.id – Nama Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, belakangan menjadi sorotan publik setelah mencuat kabar pencopotan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah.
Isu ini memicu perdebatan di media sosial, terlebih setelah beredar video perpisahan haru antara Roni dan para siswanya yang diunggah melalui akun resmi sekolah.
Sejumlah warganet bahkan mengaitkan pencopotan tersebut dengan dugaan bahwa Roni menegur anak Wali Kota karena membawa mobil ke sekolah. Namun, Arlan dengan tegas membantah tuduhan itu dan menyebut kabar tersebut sebagai informasi keliru.
Klarifikasi Wali Kota
Dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @cak.arlan_official, Arlan menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memindahkan atau mengganti Roni Ardiansyah dari jabatan kepala sekolah. Menurutnya, yang dilakukan hanya sebatas teguran terkait kasus lain yang terjadi di lingkungan sekolah.
“Pemberitaan yang menyebut Pak Roni dipindahkan itu tidak benar. Saya tidak pernah mengganti atau memindahkan beliau. Hanya menegur,” ujar Arlan.
Ia menjelaskan, teguran tersebut dilatarbelakangi kasus percakapan tak pantas yang melibatkan salah satu guru olahraga di sekolah, bukan karena persoalan anaknya.
“Berita soal anak saya membawa mobil ke sekolah itu tidak benar. Anak saya selalu diantar,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Arlan menyampaikan permohonan maaf kepada Roni maupun masyarakat Prabumulih apabila sikapnya dianggap menyinggung.
Profil Singkat H. Arlan
H. Arlan lahir di Ogan Komering Ulu pada 30 Maret 1975. Ia merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara pasangan Basri dan Husiah. Perjalanan hidupnya banyak diwarnai dinamika, mulai dari dunia usaha hingga terjun ke politik.
Arlan menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Bandar Jaya Umpam (kini SDN 74 OKU) dan lulus pada 1990. Pendidikan menengah ia jalani di SMP Negeri Simpang dan kemudian pindah ke Prabumulih. Pada 2014, ia menamatkan pendidikan di SMA PGRI Kota Prabumulih. Hingga kini, Arlan masih aktif menempuh studi di Program Studi Ilmu Hukum Universitas Sjakhyakirti Palembang.
Sebelum masuk ke dunia politik, Arlan dikenal sebagai pengusaha karet. Meski sempat gagal dan bangkrut pada 1997, ia terus bangkit dengan merambah sektor konstruksi. Ia pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Jaya Abadi Prabu (Agustus–Oktober 2017) dan kemudian menjadi Direktur Utama perusahaan itu hingga September 2023.
Di bidang organisasi, Arlan aktif sebagai anggota Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan dipercaya menjadi Dewan Penasehat Partai Gerindra Kota Prabumulih.
Karir Politik
Arlan memulai kiprahnya di dunia politik melalui kontestasi Pilkada Prabumulih 2024. Bersama pasangannya, Franky Nasril, ia maju sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota dengan nomor urut 01. Pasangan ini diusung koalisi besar berisi 11 partai politik, di antaranya Gerindra, Hanura, PAN, PBB, PKB, hingga Perindo.
Dalam pemilihan, Arlan–Franky meraih 59.494 suara atau 53,29 persen dari total suara sah, mengalahkan dua pasangan lain. Kemenangan tersebut mengantarkan Arlan menjadi Wali Kota Prabumulih periode 2025–2030.



