Renungan Harian Katolik: Mencari dan Membawa Kembali yang Hilang
Pada hari ini, kita diajak untuk merenungkan kebenaran bahwa setiap manusia memiliki nilai yang tak ternilai di mata Tuhan. Perumpamaan Yesus tentang gembala yang mencari domba yang hilang serta perempuan yang mencari dirhamnya yang hilang mengajarkan kita bahwa Allah tidak pernah meninggalkan siapa pun, bahkan ketika kita jatuh atau tersesat.
Dalam pengalaman masyarakat kampung pada tahun delapan puluhan, sapi menjadi simbol kekayaan dan kebahagiaan. Sapi bukan hanya sebagai harta benda, tetapi juga alat kerja yang penting dalam pertanian. Kehilangan sapi berarti kehilangan sebagian hidup. Ketika sapi hilang, seluruh warga akan ikut mencarinya. Dan ketika ditemukan, kebahagiaan itu dirasakan oleh semua orang.
Dari pengalaman ini, kita bisa memahami mengapa gembala rela meninggalkan sembilan puluh sembilan domba demi mencari satu ekor yang hilang. Domba adalah harta yang sangat berharga bagi gembala. Bahkan, ia rela mengorbankan nyawa untuk melindungi dombanya dari ancaman binatang liar. Malam hari, gembala dan domba tidur bersama agar domba terlindungi dari pencurian. Meskipun hanya satu ekor, domba itu sangat berarti bagi hidup gembala.
Demikian pula dengan perempuan yang kehilangan satu dirham. Ia menyalakan pelita dan mencari dengan cermat. Dirham itu sangat berharga baginya. Begitu pun dengan setiap manusia di mata Tuhan. Tidak ada satu pun yang tidak bernilai. Bahkan jika seseorang berdosa, ia tetap berharga di hadapan Allah.
Yesus menyampaikan perumpamaan ini untuk menjawab kritik para ahli Taurat dan orang Farisi. Mereka mengkritik Yesus karena membiarkan para pendosa dan pemungut cukai mendekatinya. Mereka berpikir bahwa orang baik harus berkumpul secara eksklusif. Namun, Yesus memiliki pandangan yang berbeda. Ia mengajarkan bahwa setiap orang berharga di mata Allah, baik itu orang baik maupun orang jahat.
Allah tidak ingin kehilangan satu pun dari mereka. Seperti gembala yang mencari dombanya yang hilang atau perempuan yang mencari dirhamnya yang hilang, misi Yesus adalah mencari dan membawa kembali setiap orang yang hilang karena dosa. Itulah Allah kita, yang penuh belas kasih.
Di dunia modern, kita sering merasa “hilang” bukan karena pergi secara fisik, tetapi karena hati kita tersesat dalam layar dan kesibukan. Mungkin kita masih datang ke gereja, tapi doa kita hambar. Mungkin kita masih menyebut nama Tuhan, tapi hati kita kosong. Injil hari ini mengajak kita untuk menyadari bahwa Allah tetap mencari kita, bahkan di dunia digital ini.
Mencari dan membawa kembali yang hilang adalah misi kita semua. Misi setiap orang Katolik adalah memberikan kesaksian bahwa Allah yang kita imani ialah Allah yang penuh belas kasih. Marilah kita membangun “komunitas domba” atau “komunitas dirham,” yakni komunitas yang mencari dan membawa kembali yang hilang, komunitas yang bersukacita atas ditemukannya kembali mereka yang hilang.
Janganlah kita membangun “komunitas Farisi” atau “komunitas ahli Taurat,” yakni komunitas yang suka menghakimi dan bersikap eksklusif. Hal ini bisa kita mulai dari keluarga dan lingkungan sekitar kita.
Doa:
Tuhan Yesus, Engkaulah Gembala yang baik. Engkau tidak pernah menyerah mencari aku saat aku menjauh. Terima kasih karena Engkau memanggulku di bahu-Mu dengan kasih. Semoga aku pun belajar mencari dan mengasihi sesamaku seperti Engkau…Amin.
Sahabatku yang terkasih. Selamat Hari Kamis. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Bapa dan Putera dan Roh Kudus…Amin.



