Aksi Teror Menghiasi Kembali Kota Pati
Di tengah situasi yang sedang memanas, kota Pati kembali menjadi perhatian setelah sebuah aksi teror terjadi terhadap rumah Teguh Istiyanto, seorang koordinator aksi demo yang aktif menuntut penggulingan Bupati Pati Sudewo. Kejadian ini terjadi pada Jumat (3/10) dini hari, ketika rumah dan warung milik Teguh di Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, diduga dibakar oleh orang tak dikenal.
Api yang muncul dari kejadian tersebut melalub bagian depan rumah hingga menghanguskan berbagai barang dagangan. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian materiil yang dialami sangat besar. Hal ini menunjukkan bahwa aksi teror ini bukanlah tindakan biasa, tetapi memiliki motif yang lebih dalam.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Pati, Kompol Heri Dwi Utomo, telah membenarkan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Ia menyatakan bahwa pihaknya sudah menindaklanjuti laporan dugaan pembakaran rumah warga. Rekaman CCTV menjadi salah satu petunjuk penting dalam proses penyelidikan.
Dari rekaman CCTV yang tersedia, terlihat dua orang pelaku datang dengan menggunakan motor, kemudian berhenti di depan rumah Teguh. Tak lama setelah itu, api mulai berkobar. Saat ini, polisi sedang mendalami ciri-ciri dan identitas para pelaku. Barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian juga telah diamankan untuk dianalisis lebih lanjut.
Selain aksi pembakaran rumah, teror juga menimpa posko Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang berada di depan Kantor Pemda Pati. Pada Kamis (2/10) sore, seorang pria membawa senjata tajam datang ke lokasi tersebut. Pelaku diketahui bernama NH (32), warga Kecamatan Trangkil, dan sempat ditahan oleh pihak kepolisian.
Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata NH mengalami gangguan kejiwaan dan pernah menjalani pengobatan di Rumah Sakit Mitra Bangsa Pati. Meskipun demikian, polisi tetap memastikan bahwa kasus pembakaran rumah Teguh akan terus diproses. “Semua masih dalam pendalaman,” tegas Kompol Heri.
Aksi-aksi teror ini menunjukkan bahwa situasi di Pati saat ini sedang sangat rentan. Masyarakat dan pihak berwenang harus tetap waspada dan bersiap menghadapi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Selain itu, penting bagi semua pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Dalam situasi seperti ini, kolaborasi antara masyarakat, aparat kepolisian, dan lembaga-lembaga terkait sangat diperlukan. Dengan kesadaran dan tanggung jawab bersama, diharapkan dapat menciptakan suasana yang aman dan damai bagi seluruh warga Pati.



