Sebelum Meninggal, Pria Baamang Sampit Kalteng Kirim Pesan Suara untuk Kekasihnya

0
154

Penemuan Jasad Pria di Barak Menimbulkan Kekhawatiran

Pada Senin (29/9/2025), warga di Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dibuat kaget dengan penemuan jasad seorang pria berinisial MA (41) yang ditemukan dalam kondisi membusuk di baraknya. Kejadian ini mengundang perhatian masyarakat dan aparat setempat, karena menimbulkan pertanyaan tentang penyebab kematian korban.

MA ditemukan di depan kamar baraknya di Jalan Ria Mentaya. Saat ditemukan, kondisinya sangat mengenaskan. Polisi langsung melakukan tindakan lanjut, termasuk evakuasi jasad korban ke RSUD dr. Murjani Sampit untuk dilakukan visum. Hingga saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan guna mengetahui penyebab pasti kematian MA.

Pesan Suara yang Mengkhawatirkan

Sebelum kematian MA, ia sempat mengirimkan pesan suara kepada kekasihnya, E, yang berisi nada ancaman bunuh diri. Pesan tersebut dikirim pada Kamis (25/9/2025) sekitar pukul 12.00 WIB. Pada saat itu, MA gagal menghubungi E melalui panggilan telepon. Ia kemudian mengirimkan pesan suara, namun tidak mendapatkan respons dari E.

Keesokan harinya, E membalas dengan pesan singkat. “Jangan ganggu aku,” ujarnya. Setelah itu, komunikasi antara keduanya terputus. Hal ini memperkuat kecurigaan bahwa MA sedang mengalami masalah emosional yang serius.

Pada Sabtu (27/9/2025) pagi, E mencoba kembali menghubungi MA, tetapi panggilannya tidak pernah diangkat. Bahkan, ia meminta bantuan orang tua angkatnya, Hj, untuk mencoba menghubungi MA, tetapi hasilnya sama. Tidak ada jawaban dari korban.

Kehilangan Kontak dan Kekhawatiran Muncul

Hingga Senin (29/9/2025), MA tidak memberikan kabar. Akhirnya, E bersama Hj D memutuskan untuk mendatangi barak korban. Ketika mereka tiba, pintu barak terbuka. Mereka langsung menemukan MA sudah meninggal di depan kamar dalam kondisi membusuk.

Kejadian ini membuat warga sekitar terkejut dan ikut menyaksikan proses olah TKP yang dilakukan oleh aparat kepolisian bersama tim PMI Kotim. Bau menyengat juga tercium di sekitar lokasi, menunjukkan bahwa korban telah meninggal selama beberapa hari.

Perkembangan Penyelidikan

Kapolsek Baamang, AKP Mochammad Romadon, membenarkan kejadian ini. Menurutnya, MA diduga sudah meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan. Saat ini, penyelidikan masih berlangsung, termasuk pemeriksaan saksi-saksi.

Polisi menduga kuat bahwa aksi nekat MA berkaitan dengan masalah pribadi, termasuk perselisihan dengan kekasihnya. Namun, penyelidikan lebih lanjut tetap dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Peringatan dan Harapan

Kasus ini menjadi catatan penting bagi wilayah Kotim, yang sebelumnya juga pernah mengalami kejadian serupa. Aparat kepolisian mengingatkan masyarakat untuk tidak menyepelekan pesan bernada ancaman bunuh diri. Keluarga, teman, maupun pasangan diimbau lebih peka dan segera memberikan perhatian serta pendampingan jika ada tanda-tanda depresi pada orang terdekat.

Bagi siapa pun yang merasa kesepian atau memiliki masalah mental, penting untuk tidak menunda meminta pertolongan profesional. Bunuh diri bisa terjadi ketika seseorang mengalami depresi dan tidak ada orang yang membantu. Jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup, karena Anda tidak sendiri.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan untuk meringankan keresahan yang ada. Jika Anda menghadapi situasi serupa, jangan ragu untuk mencari bantuan. Ada banyak orang yang peduli dan siap membantu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini