Sopir Truk Dikeroyok 3 Pemalak di Macan Lindungan, Kernet Husaini Berani Melawan

0
152

Truk Terjebak Macet, Sopir Tewas Ditikam Pemalak di Palembang

Pada malam hari Senin (24/11/2025), sebuah kejadian tragis terjadi di Simpang Macan Lindungan, Palembang. Al Kodirin (44), seorang sopir truk, tewas ditikam oleh sekelompok pemalak. Kejadian ini berlangsung saat korban dan kernetnya, Husaini (36), terjebak dalam kemacetan di lampu merah Simpang 5 Macan Lindungan.

Husaini menjadi saksi mata dari peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa saat itu dirinya dan korban sedang terjebak macet di lokasi. Empat pelaku mendekati truk yang mereka tumpangi. Tiga orang dari kelompok tersebut mengarahkan perhatian kepada korban, sedangkan satu orang lainnya menemui dirinya sendiri.

Menurut keterangan Husaini, para pelaku meminta uang untuk membeli minuman. Meskipun korban sudah memberikan uang sebesar Rp 2.000, mereka tetap marah dan mencoba menghalangi truk agar tidak bisa melaju. Korban akhirnya turun dari mobil dan mengambil besi untuk membela diri. Namun, salah satu pelaku yang membawa pisau justru mengejar korban dan menikamnya.

Sementara itu, Husaini mencoba mencegah tiga pelaku lainnya. Sayangnya, ia terkena lemparan batu di bahu kanannya. Setelah pelaku kabur, Husaini melihat korban tergeletak bersimbah darah di samping pintu sopir.

Petugas gabungan dari Satreskrim, SPKT, Inafis Polrestabes Palembang, dan Polsek IB I segera tiba di lokasi. Mereka melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara Palembang.

Penyelidikan Dilakukan oleh Tim Gabungan

Kasus ini menambah panjang daftar kejadian pemalakan disertai kekerasan di kawasan Macan Lindungan. Area ini sering kali menjadi tempat yang meresahkan bagi pengguna jalan. Kini, kasus tewasnya Al Kodirin menjadi perhatian serius dari aparat kepolisian.

Satreskrim Polrestabes Palembang bersama Polsek Ilir Barat I masih melakukan penyelidikan intensif terkait peristiwa tersebut. Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Andrie Setiawan, didampingi Kapolsek IB I Kompol Ricky Mozam, membenarkan bahwa tim gabungan masih bekerja di lapangan untuk mengungkap identitas para pelaku.

“Benar, anggota masih di lapangan melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa tersebut,” tegas Andrie, Selasa (25/11/2025).

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan para saksi, kejadian bermula saat korban melintas di lokasi dan dihampiri empat orang pelaku. Salah satu pelaku meminta uang kepada korban dengan alasan untuk membeli minuman. Korban sempat memberikan uang Rp 2.000, namun para pelaku tidak terima dan terjadi keributan.

Salah satu pelaku kemudian menusuk korban hingga menyebabkan korban meninggal dunia di tempat. Korban mengalami luka tusuk pada bagian belikat kiri.

Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan barang bukti berupa sebatang besi panjang 80 cm, sebilah bambu panjang 1 meter, dan truk Mitsubishi Colt Diesel BE 8139 CW milik korban.

Andrie menegaskan, seluruh pelaku masih dalam pengejaran petugas. “Masih kami buru. Kami tidak segan memberikan tindakan tegas terukur bila pelaku melawan saat ditangkap,” tegasnya.


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini