Beranda News Tekankan Poin Penting dalam Arahan ke TNI, Presiden Prabowo Diharapkan Percepat Modernisasi...

Tekankan Poin Penting dalam Arahan ke TNI, Presiden Prabowo Diharapkan Percepat Modernisasi dan Hapus Warisan Lama

0
254

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam Peringatan HUT ke-80 TNI

Presiden Joko Widodo, atau lebih dikenal dengan nama Prabowo Subianto, menyampaikan beberapa poin penting dalam arahan yang disampaikannya dalam peringatan HUT ke-80 TNI. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah bahwa senioritas tidak harus menjadi pertimbangan utama dalam memilih pimpinan TNI. Selain itu, Prabowo juga menekankan perlunya penggantian satuan atau organisasi usang di tubuh institusi militer.

Menurut Khairul Fahmi, seorang pemerhati isu-isu militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), dua pesan tersebut dapat dimaknai sebagai arahan strategis. Presiden Prabowo ingin percepatan modernisasi TNI tanpa terbebani oleh warisan cara pandang dan pola lama. Ia berharap TNI dapat diperkuat secara maksimal.

“Artinya, bukan hanya alat utama sistem persenjataan yang mesti dibenahi, tapi juga cara memilih pemimpin dan cara organisasi bekerja. Ini juga jadi tekanan moral bagi internal TNI, kalau mau relevan dan dipercaya, tentunya jangan bertahan dengan kebiasaan yang tidak lagi produktif,” ujar Fahmi saat diwawancarai REFORMASI.CO.ID.

Fahmi menjelaskan bahwa perintah untuk mengevaluasi dan mengganti organisasi TNI yang dianggap sudah usang menunjukkan cara pandang presiden. Menurutnya, struktur TNI saat ini mungkin tidak seluruhnya cocok dengan kebutuhan zaman. Ada satuan, komando, dan pola kerja yang mungkin sudah tidak efisien, terlalu administratif, atau tidak responsif terhadap ancaman baru.

“Dengan kalimat itu, Presiden memberi ruang dan legitimasi kepada panglima dan kepala staf untuk melakukan perubahan yang lebih mendasar, bukan sekadar tambal sulam,” kata dia.

Perintah untuk Mengevaluasi Struktur TNI

Secara tegas, Presiden Prabowo memerintahkan panglima TNI untuk mengganti organisasi usang di institusi militer Indonesia. Dia juga meminta seluruh prajurit TNI tidak berhenti berlatih dan belajar. Hal ini dilakukan agar mereka bisa terus mengikuti perkembangan zaman dan tidak tertinggal dari militer negara lain.

“Saudara-saudara sekalian, sekali lagi. Jangan berhenti berlatih, jangan berhenti belajar. Saya perintahkan panglima TNI, kepala staf, kaji terus perkembangan teknologi dan sains, kaji terus organisasi, bila perlu organisasi yang usang diganti dengan organisasi yang tepat untuk kepentingan bangsa Indonesia,” ujar Prabowo.

TNI Harus Menguasai Teknologi Terkini

Prabowo ingin TNI tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, melainkan turut menguasai teknologi terkini. Termasuk teknologi siber dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Dia meminta TNI tidak ketinggalan dalam menggunakan dan menguasai teknologi-teknologi tersebut. Hal ini sangat penting mengingat perkembangan geopolitik global yang sangat dinamis.

Langkah-Langkah Modernisasi TNI

Beberapa langkah yang ditekankan oleh Presiden Prabowo antara lain:

  • Peningkatan kapasitas SDM: Prajurit TNI harus terus berlatih dan belajar agar tetap up-to-date dengan perkembangan teknologi.
  • Evaluasi struktur organisasi: Setiap satuan dan komando yang dianggap tidak efisien harus dievaluasi dan diperbaiki.
  • Percepatan modernisasi: Alat utama sistem persenjataan harus diperbaharui sesuai dengan kebutuhan zaman.
  • Penggunaan teknologi canggih: TNI harus mampu menguasai teknologi seperti siber dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan kemampuan operasional.

Dengan langkah-langkah ini, TNI diharapkan mampu menjawab tantangan masa depan dan tetap menjadi kekuatan militer yang tangguh dan profesional.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini