Beranda News Temuan Kasus Gangguan Mental di Babakan Asih, Farhan Jamin Penanganan

Temuan Kasus Gangguan Mental di Babakan Asih, Farhan Jamin Penanganan

0
141

Penanganan Kasus Gangguan Mental di Kelurahan Babakan Asih

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memberikan instruksi khusus kepada aparat kewilayahan untuk menangani secara lebih intensif warga yang terindikasi mengalami gangguan mental di Kelurahan Babakan Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler. Instruksi ini diberikan setelah ia melakukan kunjungan dan peninjauan langsung terhadap kondisi lingkungan serta pelayanan publik dalam Siskamling Siaga Bencana di wilayah tersebut.

Dalam kunjungannya, Farhan menyampaikan bahwa secara keseluruhan kondisi di Babakan Asih dinilai sudah baik. Namun, ia menemukan beberapa kasus yang mengindikasikan adanya gangguan kejiwaan. Menurutnya, hal ini memerlukan tindak lanjut segera agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.

“Secara keseluruhan saya lihat di Babakan Asih sudah baik. Namun kami menemukan beberapa kasus yang mengindikasikan adanya gangguan kejiwaan,” ujar Farhan, Kamis 2 Oktober 2025.

Dari hasil peninjauan tersebut, ditemukan satu warga usia produktif dan dua warga lansia yang menunjukkan indikasi gangguan mental. Ia menilai kondisi ini membutuhkan perhatian serius, baik melalui tindakan hukum maupun konseling. Farhan menekankan pentingnya upaya penanganan yang tepat agar warga yang terdampak bisa mendapatkan dukungan yang memadai.

“Ini perlu dilakukan penanganan baik secara hukum maupun konseling. Kita harus pastikan warga yang mengalami gangguan ini mendapatkan perhatian serius,” ujarnya.

Meski demikian, Farhan juga mengapresiasi kinerja aparat kewilayahan di Babakan Asih yang dinilai telah membawa banyak perubahan positif. Ia mengatakan bahwa Camat dan Lurah setempat telah berupaya maksimal dalam menjaga kondisi lingkungan agar semakin baik.

“Pak Camat dan Pak Lurahnya sudah memperbaiki dengan baik. Saya mengapresiasi upaya mereka menjaga kondisi lingkungan agar semakin baik,” katanya.

Farhan juga mendorong pelibatan semua pihak dalam menangani kasus gangguan mental tersebut. Ia menyarankan keterlibatan RT/RW, kader posyandu, serta tenaga medis untuk bersama-sama menindaklanjuti masalah ini. Menurutnya, masalah ini tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan kolaborasi agar warga yang terdampak bisa pulih dan hidup layak.

“Masalah ini tidak bisa ditangani satu pihak saja, harus kolaborasi agar warga yang terdampak bisa pulih dan hidup layak,” tuturnya.

Ia berharap penanganan yang cepat dan tepat dapat mencegah warga dari risiko sosial dan kesehatan yang lebih serius. Pemerintah, menurutnya, hadir untuk memastikan tidak ada warga yang terabaikan, termasuk mereka yang menghadapi masalah kejiwaan.

“Pemerintah hadir untuk memastikan tidak ada warga yang terabaikan, termasuk mereka yang menghadapi masalah kejiwaan,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini