Teriakan Santri Terjebak di Puing Ponpes Sidoarjo

0
266

Proses Evakuasi Santri Ponpes Al-Khoziny yang Terjebak Reruntuhan Masih Berlangsung

Proses evakuasi santri Pondok Pesantren Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, yang terjebak reruntuhan masih berlangsung. Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengungkapkan bahwa jumlah pasti santri yang terjebak belum dapat dipastikan. Namun, ia menegaskan bahwa masih banyak suara teriakan yang terdengar dari balik reruntuhan.

“Kami tidak bisa memastikan berapa jumlahnya. Yang jelas banyak yang terdengar suara-suara mereka menjerit ataupun teriak,” ujar Nanang saat berada di lokasi kejadian, Senin (29/9).

Menurutnya, suara-suara tersebut menunjukkan bahwa para santri masih dalam kondisi hidup. “Karena masih banyak sekali yang terdengar menangis atau menjerit ya. Artinya mereka masih hidup. Kita masih fokus sini dulu,” tambah dia.

Nanang menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan secara bertahap karena kondisi bangunan yang miring dan berpotensi runtuh kembali. Hal ini membuat tim evakuasi harus sangat hati-hati dalam melakukan penanganan.

Empat Santri Sudah Dievakuasi

Dalam update terbarunya, Nanang menyebutkan bahwa empat santri dari Ponpes Al-Khoziny telah berhasil dievakuasi dari reruntuhan musala. Mereka langsung dibawa ke rumah sakit terdekat, meskipun kondisi kesehatan mereka belum dirinci lebih lanjut.

“Ya sudah terevakuasi 4 orang,” kata Nanang saat berada di lokasi. Ia menekankan bahwa proses evakuasi tetap berlangsung dengan penuh kewaspadaan.

Selain itu, Nanang juga menyampaikan bahwa masih ada banyak suara teriakan di balik reruntuhan. Hal ini menjadi indikasi bahwa masih ada santri yang terjebak dan perlu segera diselamatkan.

Korban Luka dan Tewas Bertambah

Jumlah korban akibat runtuhnya musala di Ponpes Al-Khoziny meningkat menjadi 87 orang. Salah satu dari mereka meninggal dunia, sedangkan sisanya mengalami luka-luka. Sebelumnya, data dari kepolisian menyebutkan bahwa jumlah korban mencapai 79 orang.

Korban luka dirawat di beberapa rumah sakit di sekitar wilayah Sidoarjo. Rinciannya adalah sebagai berikut: 38 orang di RSUD Notopuro, 4 orang di RS Delta Surya, dan 45 korban di RS Siti Hajar. Adapun korban tewas sebelumnya juga menjalani perawatan di RS Siti Hajar.

Tim medis dan petugas evakuasi terus berupaya memberikan pertolongan kepada semua korban. Selain itu, pihak berwenang juga sedang melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab runtuhnya musala tersebut.

Upaya Pemulihan dan Bantuan

Pemerintah setempat dan organisasi bantuan sosial turut serta dalam upaya pemulihan pasca-bencana. Mereka menyediakan logistik, tempat pengungsian, dan layanan kesehatan bagi para korban. Selain itu, masyarakat sekitar juga turut membantu dengan berbagai bentuk donasi dan bantuan lainnya.

Para santri yang selamat dan keluarga mereka juga mendapatkan dukungan psikologis untuk mengatasi trauma akibat kejadian tersebut. Semua upaya ini dilakukan dengan tujuan agar situasi dapat segera pulih dan mencegah terjadinya kejadian serupa di masa depan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini