Thursday, July 25, 2024
DaerahTerkatung-Katung di Irak, TKW Indramayu Minta Pulang

Terkatung-Katung di Irak, TKW Indramayu Minta Pulang

Reformasi.co.id – Nasib malang menimpa RA, seorang pekerja migran Indonesia (PMI) alias tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Indramayu. Niatnya ke luar negeri untuk memperbaiki nasib, kini harus terlunta-lunta di negara orang. Ia beserta keluarganya kini memohon agar Bupati Indramayu bisa memulangkannya ke tanah air.

RA kini masih berada di Timur Tengah. Nasibnya tidak jelas. Iming-iming gaji besar yang bakal diterimanya harus tertukar dengan nasibnya yang kini terlunta-lunta ribuan kilometer dari rumahnya sendiri. Sponsor yang memberangkatkannya kini saling lempar bola.

Pada mulanya, RA dibawa ke seorang sponsor berinisial RMS yang berada di Desa Telukagung, Kecamatan Indramayu. Lewat RMS ini, RA kemudian dibawa ke sebuah perusahaan penyalur di wilayah Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.

Di perusahaan ini, RA diproses dokumen kependudukan serta ijazahnya sesuai aturan yang berlaku. Kemudian ia diajari bahasa Singapura. Namun setelah dua bulan belajar, RA tak kunjung diberangkatkan. Maka ia meminta konfirmasi lagi ke sponsor yang membawanya.

Konfirmasi tersebut dikarenakan di perusahaan penyalur ini belum ada kepastian kapan pemberangkatannya.

Kepada sponsor tersebut, RA meminta segera diberangkatkan. Jika tidak bisa, ia meminta agar dicarikan perusahaan yang bisa memberangkatkannya secara cepat. Maka RMS pun menawarkan ke Timur Tengah dengan gaji sekitar Rp6 juta perbulan.

Tawaran tersebut langsung diterima RA. Untuk memprosesnya, RMS pun langsung bertemu US, sponsor asal Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, kemudian disambungkan dengan AD, asal Kaliwedi, Cirebon, dan JMY, asal Solo.

RA pun akhirnya diberangkatkan beberapa hari kemudian. Namun naas, RA tidak memahami bahwa keberangkatannya tidak sesuai prosedur, sehingga nasibnya kini terlunta-lunta di Bagdad, Irak.

Sampai saat ini, seluruh pihak yang terlibat, yakni RMS, US, AD, JMY, hingga perusahaan penyalurnya saling lempar tanggung-jawab. Mereka semua cuci-tangan atas nasib yang kini diderita RA.

Hingga kini, Minggu (15/1) pihak keluarga RA hanya bisa memohon kepada Bupati Indramayu untuk memulangkan korban. Mereka juga sedang berupaya melaporkan kasus ini ke pihak aparat penegak hukum.

Ikuti berita dan informasi terbaru Reformasi.co.id di Google News.

PenulisFaridah

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terkini