Beranda Berita Thomas Cup 2026 – Tanpa Viktor Axelsen, Pelatih Tunggal Putra Denmark Kekhawatiran

Thomas Cup 2026 – Tanpa Viktor Axelsen, Pelatih Tunggal Putra Denmark Kekhawatiran

0
4

Pengalaman Baru sebagai Pelatih Tunggal Putra Denmark

Hans Kristian Vittinghus, mantan atlet bulu tangkis yang memiliki karier bermain yang sukses, kini mengambil peran sebagai pelatih tunggal putra Denmark sejak tahun lalu. Ia menjadi salah satu pahlawan kemenangan Denmark dalam Piala Thomas 2016 dan kini berbicara tentang persiapan untuk Piala Thomas 2026 yang akan dihelat di Horsens, Denmark, pada 24 April hingga 3 Mei.

Vittinghus mengatakan bahwa tugas pertamanya sebagai pelatih tuan rumah membuatnya sangat antusias. “Sebagai pemain, Piala Thomas selalu menjadi momen yang paling saya nikmati. Saya rasa tidak akan berbeda sebagai pelatih,” ujarnya dalam wawancara dengan BWFBadminton.

Ia juga telah ikut serta dalam Kejuaraan Beregu Eropa sebulan yang lalu, yang memberinya pengalaman baru sebagai pelatih. “Saya merasakan bagaimana rasanya menjadi bagian dari event tim ini. Dan saya hanya bisa membayangkan bahwa menjadi bagian dari tim di rumah sendiri untuk Piala Thomas yang memiliki tempat khusus di hati saya, akan menjadi pengalaman yang luar biasa.”

Vittinghus ingat betul pengalaman saat tim Denmark bermain di Piala Thomas 2021 di Aarhus. “Perasaannya luar biasa. Dukungan penonton sangat luar biasa. Saya sangat berharap untuk mengalami hal yang sama di Horsens kali ini.”

Meski antusias, ia mengakui bahwa tekanan sebagai tuan rumah tidak terlalu menjadi fokus utamanya. “Tekanan bukanlah sesuatu yang terlalu saya pikirkan. Saya lebih bersemangat untuk sampai di sana dan menjadi bagian dari event seperti itu.”

Grup Denmark dalam Piala Thomas 2026 tergolong sulit, dengan lawan-lawan seperti Korea, Taiwan, dan Swedia. “Kami tahu bahwa kami berada di grup di mana kami berisiko tersingkir pada babak penyisihan grup. Tentu saja bukan perasaan yang menyenangkan jika terjadi di rumah sendiri.”

Namun, ia tetap optimis. “Di sisi lain, saya juga merasa bahwa ini adalah grup di mana kami sebenarnya dapat mengalahkan semua tim, jadi kami juga memiliki peluang untuk menjadi nomor satu di grup.”

Proses Bekerja dengan Para Pemain

Vittinghus masih relatif baru dalam karier kepelatihan dengan tim nasional dan ia menikmati proses tersebut. “Saya sangat menikmati proses bekerja dengan para pemain setiap hari. Saya lebih menikmati bagian itu daripada bepergian ke turnamen.”

Ia menjelaskan bahwa setiap pemain memiliki cara berpikir dan kekuatan/kelemahan yang berbeda. “Anda harus benar-benar mudah beradaptasi. Bekerja dengan mereka semua, Anda tidak bisa hanya bekerja dengan satu cara untuk semua orang dan mengharapkan hasil yang sama.”

Menurutnya, ini merupakan tantangan yang menarik. “Ini juga merupakan kesempatan yang sangat menarik, dan kesempatan bagi saya untuk tumbuh dan memahami permainan dengan cara yang berbeda.”

Pengalaman di Kejuaraan Beregu Eropa

Sebagai pelatih, Vittinghus baru saja merasakan turnamen beregu bersama timnas Denmark pada Kejuaraan Beregu Eropa 2026. “Kejuaraan Eropa (Tim Putra & Putri) adalah satu-satunya acara tim yang pernah saya ikuti. Kami tidak menang, tetapi itu adalah ujian yang baik bagi kami sebelum Piala Thomas.”

Ia menyebutkan bahwa situasi tanpa Viktor Axelsen adalah hal baru bagi tim. “Kami perlu menemukan solusi yang baik, untuk menghasilkan hasil yang baik tanpa dia.”

Kekuatan Historis dan Perubahan Generasi

Secara historis, Denmark sangat kuat di nomor tunggal putra. Namun, selama satu tahun terakhir, tim terlihat lebih rentan. Vittinghus mengaku khawatir. “Ya, tentu saja (khawatir). Kami tahu bahwa kami tidak sekuat 10 tahun terakhir.”

Ia menjelaskan bahwa tim sedang dalam proses pergeseran generasi. “Tidak diragukan lagi. Tetapi juga, jujur saja, itu sebenarnya salah satu hal yang sedikit memudahkan saya untuk menerima peran sebagai pelatih tunggal putra, karena saya merasa memasuki peran ini dengan tekanan yang lebih sedikit.”

“Jika saya mengambil peran ini dan saya memiliki Viktor (Axelsen), Anders (Antonsen), dan (Rasmus) Gemke sebagai tiga pemain andalan saya di tim nasional, dan saya melatih mereka setiap hari, harapannya adalah saya akan memberikan medali Kejuaraan Dunia dan Olimpiade, gelar di Super 1000, dan sebagainya.”

“Saat ini, saya tidak memiliki Viktor dan Anders setiap hari. Saya memiliki Gemke dan kemudian sekelompok pemain muda. Jadi harapannya tidak sebesar itu.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini