Polemik Internal PPP: Dualisme Kepemimpinan dan Dugaan Praktik Kotor
Politikus senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Habil Marati, mengungkapkan kekecewaannya terhadap proses pemilihan Ketua Umum PPP yang dianggap tidak sesuai dengan aturan partai. Menurutnya, Agus Suparmanto, yang mencalonkan diri sebagai ketua umum, bukanlah kader internal PPP. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang legitimasi pencalonannya.
“Agus itu kan bukan kader PPP. Kok bisa-bisanya mencalonkan diri Ketua Umum PPP yang bawa Rommy,” ujarnya dalam sebuah forum. Ia juga menyatakan bahwa Agus mungkin hanya boneka dari Muhammad Romahurmuziy atau Rommy, mantan Ketua Majelis Pertimbangan PPP.
Habil menilai bahwa Rommy memiliki ambisi untuk memperpanjang masa kekuasaannya di PPP melalui pengusungan Agus. “Rommy juga demikian. Saya melihat, nafsu Rommy ingin berkuasa di PPP ini lebih daripada tiga periode, tapi kan terjegal oleh dengan narapidannya.”
Selain itu, Habil menduga adanya praktik tebar pundi-pundi dalam proses pencalonan Agus. “Oh pasti. Inilah yang bikin rusak. Bisa bayangkan dari daerah-daerah datang ke sini kan gak bawa pundi-pundi kan repot.” Ia menegaskan bahwa sosok yang berhak menjadi Ketua Umum PPP haruslah kader internal sesuai tata tertib partai.
Muktamar X yang Ricuh
Muktamar X PPP berjalan ricuh karena kader terpecah menjadi dua kubu. Kubu pertama ingin agar Muhamad Mardiono kembali terpilih sebagai ketua umum. Sementara, kubu kedua mendukung Agus Suparmanto. Pecahnya dualisme kepemimpinan ini berujung pada saling klaim. Kedua kubu sama-sama mengumumkan terpilih sebagai Ketua Umum PPP melalui jalur aklamasi.
Pembukaan Muktamar X PPP yang digelar di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta Utara, pada 27 sampai 28 September 2025, membuat sejumlah kader PPP terlibat perkelahian adu jotos hingga lempar kursi. Keributan terjadi saat Plt Ketum PPP, Muhamad Mardiono, bersama sejumlah pengurus menggelar jumpa pers bersama awak media. Sejumlah kader PPP yang lewat mengganggu dengan meneriaki Mardiono.
“Perubahan, perubahan!” kata mereka. Sontak teriakan itu memancing kelompok kader lain yang merupakan pendukung Mardiono. “Woi ganggu woi. Woi berhentikan itu lagi konpers,” timpal kelompok kader lainnya. Kedua kelompok dari kader PPP itu kemudian terlibat ricuh. Satgas keamanan dari PPP berupaya melerai. Ada pula sejumlah kader PPP melantunkan shalawat yang diharapkan dapat meredakan suasana. Namun, keributan tetap terjadi selama sekitar 10 menit.
Proses Terpilihnya Mardiono
Pimpinan sidang, Amir Uskara, menyampaikan keputusan aklamasi tersebut diambil setelah seluruh peserta muktamar menyetujui pencalonan tunggal Mardiono. “Pertama-tama, saya ingin menyampaikan selamat kepada Pak Mardiono atas terpilihnya secara aklamasi dalam muktamar ke-10 yang baru saja kami ketuk palunya,” ujar Amir Uskara dalam keterangannya.
Amir menjelaskan, sebelum penetapan, sempat terjadi dinamika dalam pembahasan tata tertib muktamar. Namun, pasal 11 rancangan tata tertib mengatur pemilihan ketua umum harus dilakukan dengan kehadiran fisik peserta muktamar. “Saya menyampaikan kepada teman-teman media, memang tadi ada sedikit dinamika sidang dalam pembahasan muktamar tadi, dalam pembahasan tatib. Cuma, memang dalam pasal 11 di rancangan tatib muktamar itu sudah dijelaskan pada pemilihan Ketua Umum harus dihadiri secara fisik oleh para peserta muktamar,” jelasnya.
Setelah itu, Amir membacakan aturan tersebut di hadapan peserta dan meminta kesepakatan. Kemudian, para peserta menyatakan setuju terkait dengan aklamasi Mardiono. “Dan setelah itu saya bacakan, langsung meminta kesepakatan dari seluruh peserta muktamar, apakah setuju karena sudah hadir, apakah setuju untuk kita aklamasi dengan Pak Mardiono, ternyata mereka setuju dan saya ketuk palu,” kata Amir.
Tiga Nama Calon Potensial
Sebelumnya, terdapat tiga nama potensial yang akan memperebutkan jabatan Ketua Umum PPP. Juru Bicara PPP, Usman M Tokan, menyebut nama pertama ialah Muhammad Mardiono. Dia didukung 33 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP untuk kembali menjabat sebagai ketua umum. Usman menyebut, karena kuatnya dukungan kepada Mardiono, bukan tidak mungkin ia terpilih melalui jalur aklamasi.
“Bapak Mardiono yang sudah siap karena didukung oleh 33 wilayah. Sehingga beliau berkesempatan bisa menang, bahkan mungkin bisa jadi aklamasi,” ujar Usman saat dihubungi. Selanjutnya, nama kedua calon ketua umum (caketum) PPP ialah mantan Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto, yang didukung mantan Ketua Umum PPP, Muhammad Romahurmuziy.
“Gus Rommy ini kan kita dengar berita dari mana-mana, beliau sempat ke Amran, lalu terakhir ke Agus Suparmanto. Jadi boleh dibilang beliau hari ini yang memotori dukungan,” ujar Usman. Kemudian ketiga, ialah Husnan Bey Fananie yang juga mantan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Azerbaijan.



