Beranda News Wanita Tega Bunuh Kekasihnya di Kantor Karena Cemburu

Wanita Tega Bunuh Kekasihnya di Kantor Karena Cemburu

0
141

Kasus Pembunuhan di Tempat Kerja Mengguncang Publik

Kasus penikaman yang terjadi di tempat kerja menimbulkan kekacauan di kalangan masyarakat setelah seorang wanita nekat menghabisi nyawa kekasihnya. Kejadian ini berlangsung di sebuah perusahaan di Samut Prakan, Thailand, dan melibatkan pasangan yang sudah lama tinggal bersama. Tragedi ini dipicu oleh perselingkuhan yang akhirnya memicu emosi hingga berakhir dengan kematian.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa malam, 17 November 2020, sekitar pukul 19.30 waktu setempat. Polisi Samrong Tai menerima laporan adanya seorang pria tewas akibat ditikam di sebuah perusahaan yang berlokasi di Jalan Phu Chao Saming Phrai, Kecamatan Phra Pradaeng, Samut Prakan, Thailand. Setelah menerima laporan, aparat kepolisian bersama tim penyelidik serta relawan penyelamat Por Tek Tung segera menuju lokasi kejadian.

Sesampainya di lokasi, petugas menemukan korban bernama Miu Min Nai, pria berusia 26 tahun asal Myanmar. Tubuh korban penuh luka akibat tikaman, yakni satu luka di dada kiri dekat payudara, satu luka di dada kanan, dan satu luka di bagian leher. Secara keseluruhan, korban mengalami tiga luka parah hingga akhirnya tewas di tempat. Ia ditemukan tergeletak bersimbah darah di samping pos satpam depan pabrik.

Sementara itu, pelaku penusukan adalah San San La, wanita Myanmar berusia 29 tahun yang juga merupakan kekasih korban. Dari lokasi kejadian, polisi menemukan sebilah pisau dapur kecil bermata runcing sepanjang 10 cm yang masih berlumuran darah. Barang bukti itu langsung diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengaku dirinya dan korban sudah berpacaran selama kurang lebih satu tahun. Keduanya bekerja di perusahaan yang sama dan tinggal bersama. Namun, beberapa bulan terakhir hubungan mereka memburuk. Korban kerap terlihat diam-diam menelepon perempuan lain dan mulai bersikap dingin kepada pelaku.

Pada hari kejadian, pelaku mengaku mendengar sendiri percakapan korban dengan seorang wanita lain melalui telepon. Dalam percakapan itu, korban diduga membuat janji untuk bertemu perempuan tersebut. Merasa cemburu dan marah, pelaku lalu menghampiri korban yang sedang bekerja untuk menanyakan identitas perempuan itu. Namun, korban menolak menjawab dan enggan berbicara.

Pertengkaran kecil itu kemudian berubah menjadi tragedi. San San La yang terbakar emosi spontan mengeluarkan pisau dapur kecil yang dibawanya. Tanpa berpikir panjang, ia menikam korban berkali-kali hingga korban berusaha lari namun akhirnya terjatuh dan tidak sadarkan diri. Rekan kerja korban yang melihat kejadian itu langsung berusaha melerai. Mereka kemudian mengevakuasi tubuh korban ke depan pabrik untuk menunggu bantuan medis.

Panggilan darurat ke nomor 1669 segera dilakukan, tetapi nahasnya korban sudah meninggal dunia sebelum tim medis tiba. Salah satu saksi mata bernama Supawadee, 62 tahun, rekan kerja korban, menuturkan bahwa saat dirinya bekerja, ia melihat pelaku menghampiri korban dan terdengar keributan. Tidak lama kemudian, korban berjalan sempoyongan lalu jatuh di dekat meja tempatnya bekerja. Saksi pun berteriak meminta tolong agar korban segera dibawa ke depan pabrik sembari menunggu ambulans.

Pihak kepolisian kemudian menetapkan San San La sebagai tersangka. Ia dijerat dengan tuduhan pembunuhan dengan sengaja. Kini pelaku telah ditahan dan dibawa ke kantor polisi untuk menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku di Thailand.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini