Korban Penipuan yang Mengaku ASN Dukcapil DKI Jakarta
Seorang lansia berinisial PS, yang pernah tinggal di Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, menjadi korban penipuan yang mengaku sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta. Penipu menghubungi korban melalui telepon dengan kedok proses layanan administrasi kependudukan.
Korban juga menerima panggilan dari seseorang yang mengaku sebagai Petugas Sudin Dukcapil Jakarta Timur. Hal ini memicu respons cepat dari Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, yang langsung mengecek nama dua orang yang mengaku sebagai ASN dari Disdukcapil DKI.
Hasil penelusuran Munjirin menunjukkan bahwa tidak ada petugas Dukcapil di wilayahnya atas nama Daniel Syahputra dan Benny Heryanto. Ia menyatakan bahwa Sudin Dukcapil Jakarta Timur tidak pernah melakukan pelayanan via telpon atau video call.
“Kami pastikan bukan pegawai Dukcapil dan kami menduga itu adalah modus penipuan,” ujar Angga, Kepala Seksi Data, Informasi dan Pengawasan Dinas Dukcapil DKI.
Edukasi Masyarakat untuk Mencegah Penipuan
Munjirin menjelaskan bahwa pihak Sudin Dukcapil telah melakukan sosialisasi antisipasi penipuan melalui beberapa media sosial. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa petugas Sudin Dukcapil tidak pernah melakukan pelayanan via telepon.
Ia meminta warga untuk tidak mudah percaya kepada orang yang mengaku sebagai petugas Dukcapil melalui sambungan telepon. Tips yang diberikan oleh Munjirin antara lain:
- Jangan panik dan jangan ikuti instruksi dari orang yang mengaku sebagai petugas Dukcapil.
- Jangan pernah mau disuruh share screen via telepon.
- Jangan memberikan data pribadi maupun kode OTP (One Time Password) ke penipu.
- Putuskan sambungan telepon jika merasa tidak aman.
- Laporkan ke polisi jika terjadi penipuan.
- Cek akun media sosial resmi Dukcapil Jakarta Timur untuk informasi lebih lanjut.
Kronologi Penipuan yang Dialami Korban
Sebelum kejadian ini, PS, seorang pria lanjut usia berusia 68 tahun, menjadi korban penipuan setelah ditelepon oleh seseorang bernama Daniel Syahputra yang mengenakan seragam cokelat dan peci hitam. Tak hanya itu, korban juga menerima panggilan WhatsApp dari pria lain yang menggunakan kemeja batik Korpri bernama Benny Heryanto.
Awalnya, korban sedang mengurus pindah domisili dari Kecamatan Makasar, Jakarta Timur ke Tangerang Kota. Setelah selesai mengurus, tiba-tiba ada orang yang menghubungi dengan mengaku sebagai petugas Dukcapil Jakarta Timur. Tanpa rasa curiga, korban mengikuti arahan dari pelaku untuk mengirimkan data diri, termasuk ID perbankan.
Pelaku mengatakan bahwa ada data diri korban yang belum lengkap dan dibantu untuk prosesnya melalui online. Setelah itu, korban baru menyadari ada email yang masuk terkait transfer uang sebesar Rp 231.000 ke rekening atas nama Edi Jhon.
Peringatan dari Pihak Dukcapil
Angga, Kepala Seksi Data, Informasi dan Pengawasan Dinas Dukcapil DKI, memastikan bahwa dua pria yang menghubungi warga berinisial PS bukanlah pegawai Dukcapil. Ia menegaskan bahwa ini adalah modus penipuan yang harus diwaspadai oleh masyarakat.
Pihak Dukcapil DKI juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan tidak mudah terpedaya oleh orang-orang yang mengaku sebagai petugas. Dengan edukasi yang terus dilakukan, diharapkan masyarakat dapat lebih cerdas dalam menghadapi ancaman penipuan.



