Saturday, July 20, 2024
Daerah495 Pompa Air Dibagikan ke Petani Indramayu untuk Cegah Kekeringan

495 Pompa Air Dibagikan ke Petani Indramayu untuk Cegah Kekeringan

Indramayu – Kabupaten Indramayu kerap dilanda ancaman kekeringan saat musim tanam gadu (kemarau). Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Pusat telah mengalokasikan sebanyak 495 mesin pompa air.

Ratusan mesin pompa ini diserahkan kepada Kodim 0616/Indramayu untuk kemudian didistribusikan kepada kelompok tani yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu.

Kepala Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Jawa Barat, Rustan Massinai, menyatakan bahwa Kementerian Pertanian telah memberikan total 27 ribu unit mesin pompa air dalam tahap pertama tahun 2024 untuk berbagai daerah di Indonesia.

“Mesin pompa air ini mohon dimanfaatkan sebaik-baiknya, jangan dibiarkan menganggur di rumah. Silakan dipakai, dan jangan ada yang mencoba-coba melakukan penyimpangan,” ujar Rustan, dikutip pada Jum’at (21/6/2024).

Jawa Barat menjadi daerah penerima mesin pompa air terbanyak di Indonesia, yaitu sebanyak 7.033 unit.

Bantuan tersebut disebarkan ke berbagai daerah di Jawa Barat, termasuk Indramayu, Subang, dan Karawang. Ketiga daerah tersebut dikenal sebagai lumbung pangan di Jawa Barat.

Komandan Kodim 0616/Indramayu, Letkol Inf Yanuar Setyaga, berharap melalui kerja sama semua pihak, bantuan ini dapat meningkatkan kualitas hasil panen, kemandirian pangan, kedaulatan pangan, dan ketahanan pangan untuk mewujudkan kesejahteraan petani dan masyarakat.

“Dengan adanya bantuan alsintan (alat dan mesin pertanian), kita harap bisa menyelesaikan semua masalah di pertanian,” kata Yanuar.

Bupati Indramayu, Nina Agustina, mengungkapkan bahwa bantuan mesin pompa air ini diharapkan menjadi angin segar bagi petani di setiap kecamatan di Kabupaten Indramayu.

Nina menekankan pentingnya koordinasi antara camat, kuwu, Koramil, dan Babinsa dalam mengelola sistem pompanisasi agar berjalan optimal.

“Kita harus bisa menjaga dan mempertahankan Indramayu sebagai lumbung pangan nasional,” ujar Nina.

Ikuti berita dan informasi terbaru Reformasi.co.id di Google News.

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terkini