Beranda News Anggota DPRD Bolsel Marah di Kantor Sekretariat, Diduga Karena Uang Dinas Belum...

Anggota DPRD Bolsel Marah di Kantor Sekretariat, Diduga Karena Uang Dinas Belum Cair

0
120

Insiden Kericuhan di Kantor DPRD Bolsel Akibat Persoalan Anggaran

Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) sempat digegerkan oleh kejadian yang tidak terduga, pada hari Kamis (9/10/2025). Seorang anggota DPRD yang berinisial MA alias Marsel diduga mengamuk dan merusak sejumlah fasilitas kantor karena kesal dengan belum dibayarkannya uang perjalanan dinas.

Menurut sumber dari pegawai Sekretariat DPRD yang enggan disebutkan identitasnya, Marsel tiba-tiba datang ke bagian keuangan sambil berteriak dan melampiaskan amarahnya. Ia langsung membanting meja sambil marah-marah karena uang perjalanan dinas yang seharusnya cair belum juga diberikan.

Aksi tersebut membuat suasana kantor menjadi panik. Banyak fasilitas milik daerah seperti printer, lemari arsip, dan berkas-berkas keuangan ikut rusak akibat amukan legislator tersebut. Sumber itu menambahkan bahwa banyak alat yang rusak, termasuk berkas dan lemari.

Tidak hanya itu, Marsel juga meluapkan kekesalannya lewat pesan ancaman di grup WhatsApp Sekretariat DPRD Bolsel. Dalam pesan tersebut, ia menulis kalimat bernada intimidatif:

“Yang tadi itu baru contoh, belum Depe Aslim… Jadi jangan coba-coba. Orang lain boleh ngoni pandang enteng, tapi saya jangan. Sungguh mati jangan.”

Sekretaris Dewan (Sekwan) Bolsel, Suprin Muholaingo, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengaku mendapat laporan ketika sedang mengikuti rapat. “Benar, ada kejadian itu. Saya sedang rapat, tiba-tiba dengar ada insiden,” kata Suprin saat dikonfirmasi.

Suprin menyebut dirinya baru dua hari menjabat sebagai Sekwan, sehingga masih berupaya menelusuri penyebab kericuhan. “Kami akan melakukan perbaikan secepatnya dan memastikan pelayanan terhadap 20 anggota DPRD tetap berjalan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Marsel saat dihubungi melalui telepon seluler membenarkan adanya keributan, namun menilai hal itu bukan masalah besar. Ia beralasan kekesalannya dipicu oleh ketidakjelasan anggaran DPRD tahun 2026. “Anggaran belum dibahas, dan setelah saya dapat laporan, ternyata ada pengurangan,” kata Marsel singkat.

Penyebab Kericuhan dan Tindakan yang Dilakukan

Insiden ini menunjukkan adanya ketidakpuasan terhadap pengelolaan anggaran yang dianggap tidak jelas. Meskipun Marsel menilai kejadian tersebut tidak terlalu serius, tindakannya telah menyebabkan kerusakan pada fasilitas kantor yang bisa berdampak pada operasional sehari-hari.

Beberapa poin penting terkait kejadian ini adalah:

  • Pemanggilan Pihak Terkait

    Sekwan Bolsel berjanji untuk segera melakukan investigasi terhadap kejadian ini. Hal ini dilakukan agar dapat ditemukan solusi yang tepat dan mencegah terulangnya kejadian serupa.

  • Perbaikan Fasilitas

    Selain investigasi, pihak DPRD juga akan segera melakukan perbaikan terhadap fasilitas yang rusak. Ini penting agar aktivitas kantor dapat berjalan normal kembali.

  • Komunikasi dengan Anggota DPRD

    Diperlukan komunikasi yang lebih intensif antara Sekretariat DPRD dan para anggotanya. Hal ini bertujuan untuk menjaga hubungan yang harmonis dan menghindari konflik yang bisa terjadi akibat ketidakjelasan informasi.

Langkah-Langkah yang Akan Diambil

Untuk mencegah terulangnya insiden serupa, beberapa langkah akan diambil oleh pihak DPRD Bolsel, antara lain:

  • Evaluasi Pengelolaan Anggaran

    Perlu dilakukan evaluasi terhadap pengelolaan anggaran agar tidak ada ketidakjelasan atau penundaan pembayaran yang bisa memicu kekecewaan.

  • Peningkatan Komunikasi Internal

    Peningkatan komunikasi internal antara Sekretariat DPRD dan anggota dewan sangat penting. Hal ini akan membantu menghindari misinformasi dan memperkuat hubungan kerja.

  • Pelatihan Manajemen Emosi

    Pelatihan manajemen emosi bagi anggota DPRD dan staf dapat membantu mereka menghadapi tekanan dan kesalahan secara lebih profesional.

Kesimpulan

Insiden yang terjadi di kantor Sekretariat DPRD Bolsel menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih waspada dalam mengelola anggaran dan menjaga komunikasi yang baik. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan kejadian serupa tidak akan terulang lagi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini