Sunday, May 19, 2024
PolitikArie Gifary, Sepupu Ridwan Kamil Siap Maju di Pilkada 2024 Subang

Arie Gifary, Sepupu Ridwan Kamil Siap Maju di Pilkada 2024 Subang

Subang – Pimpinan Pondok Pesantren Pagelaran 3 Subang, Arie Gifary, mengungkapkan niatnya yang serius untuk ikut dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Subang. Dukungan dari berbagai kalangan masyarakat terhadap Arie juga mulai terlihat.

Dalam wawancara dengan media di Kota Bandung, dikutip Senin (6/5/2024), Kang Arie, sapaan akrabnya, menegaskan komitmennya untuk membawa perubahan bagi Kabupaten Subang, kampung halamannya.

Banyak faktor yang mendorong Kang Arie untuk terlibat dalam kontestasi Pilkada yang dijadwalkan pada 27 November 2024 mendatang. Salah satunya adalah dorongan dari keluarga, tokoh masyarakat, dan bahkan eks Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Kang Arie, yang merupakan saudara sepupu Ridwan Kamil dan cucu dari pendiri Pesantren Pagelaran 3, KH. Muhyiddin, merasa didorong oleh mereka untuk membawa perubahan positif bagi Kabupaten Subang.

“Semua keluarga mendukung saya karena saya selama ini mengikuti jejak Pak RK (Ridwan Kamil), mulai dari Wali Kota, Gubernur, hingga sebagai relawan. Sehingga keluarga mendorong saya untuk mengikuti jejak Pak RK,” ungkap Kang Arie.

Dia menambahkan, “Saya kaget waktu itu, berat lah, kumaha ieu teh (gimana ini) dan saya konsultasi dengan paman saya, diminta langsung tanya ke Pak RK. Saya tanya, jawabannya hayuk, mengiyakan, artinya ada respons positif.”

Setelah mendapat restu dari Ridwan Kamil dan keluarga, Kang Arie aktif berkomunikasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa niatnya untuk maju dalam Pilkada Subang benar-benar dianggap serius oleh masyarakat.

“Jadi pertama saya berkomunikasi dengan beberapa tokoh agama, tokoh masyarakat, kemudian saya konsultasi dengan keluarga yang aktif di partai juga. Saya juga menganalisis posisi saya jika saya mencalonkan diri,” paparnya.

Saat ini, Kang Arie menyatakan bahwa dia belum memikirkan soal partai politik yang akan mendukungnya dalam Pilkada nanti. Bagi Kang Arie, yang terpenting adalah mengetahui respons masyarakat terhadap niatnya.

Namun demikian, dia mengakui bahwa beberapa partai politik sudah mulai berkomunikasi dengannya. Sebelum memutuskan partai mana yang akan dijadikan kendaraan politik, Kang Arie akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Ridwan Kamil.

“Partai atau non-partai, itu urusan nanti. Karena partai melihat apakah seseorang layak atau tidak untuk didukung. Kelayakan tersebut biasanya berdasarkan hasil survei. Jika surveinya bagus, kemungkinan besar seseorang dapat diusung,” jelasnya.

Kang Arie, yang berencana maju dalam Pilkada Subang, memiliki pengalaman yang cukup mumpuni. Lahir di Subang pada tanggal 2 Juli 1978, dia aktif di berbagai organisasi. Selain menjadi pimpinan Pondok Pesantren Pagelaran 3, Kang Arie juga terlibat dalam penyusunan Perda Pesantren Jawa Barat.

Selain itu, dia juga menjabat sebagai Ketua Umum Forum Pemberdayaan Pesantren dan Umat (FPPU) Jabar, Wakil Ketua Pusdai Jabar, Tim Pengembangan dan Pemberdayaan Pesantren (TPS) Jabar, serta pengurus Masjid Raya Al Jabbar.

Meskipun begitu, Kang Arie menyatakan bahwa dia akan menerima dengan lapang dada respons masyarakat terhadap niatnya menjadi pemimpin di Kabupaten Subang. Jika memang tidak dimungkinkan, dia akan mundur dengan sikap yang baik.

“Saya tidak akan berspekulasi. Jika memang hasilnya menunjukkan bahwa saya tidak bisa maju, saya akan mundur dengan sikap yang baik bahwa saya tidak mungkin melanjutkan,” tegas Kang Arie.

“Namun jika Allah sudah menakdirkan, segalanya akan menjadi jelas,” tambahnya.

Kang Arie memiliki alasan kuat untuk ingin maju dalam Pilkada Subang. Salah satu motivasinya adalah keinginannya untuk mengubah persepsi negatif yang masih melekat pada Subang hingga saat ini.

“Perubahan yang saya harapkan untuk Subang adalah bagaimana menciptakan kepercayaan. Hanya dengan memiliki kepercayaan, pandangan orang terhadap Subang bisa berubah menjadi lebih baik,” katanya.

Menurut Kang Arie, untuk membangun kepercayaan tersebut diperlukan sosok pemimpin yang dapat dipercaya oleh masyarakat. Dia yakin bahwa dengan adanya pemimpin yang amanah, pandangan negatif terhadap Subang dapat diubah menjadi positif.

“Kepercayaan harus ditunjukkan terlebih dahulu oleh pemimpin. Jika pemimpinnya dianggap tidak dapat dipercaya, maka sulit bagi Subang untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan figur baru yang dapat dipercaya untuk membangun kepercayaan tersebut,” paparnya.

Ikuti berita dan informasi terbaru Reformasi.co.id di Google News.

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terkini