Auditor Internal Dituntut Beri Nilai Strategis, Bukan Sekadar Cek Kepatuhan

0
6
Auditor Internal Dituntut Beri Nilai Strategis, Bukan Sekadar Cek Kepatuhan
Presiden IIA Indonesia Angela Simatupang saat memberi sambutan pada IIA Indonesia National Conference 2026 di Surabaya, Rabu (19/8/2026). (Foto: Dok IIA Indonesia)

Peran auditor internal kini dituntut untuk melampaui sekadar pemeriksaan kepatuhan. Mereka diharapkan mampu memberikan wawasan strategis dan membangun kepercayaan (confidence) bagi organisasi. Perubahan paradigma ini mengemuka dalam IIA Indonesia National Conference 2026 yang diselenggarakan oleh The Institute of Internal Auditors (IIA) Indonesia.

Presiden IIA Indonesia, Angela Simatupang, menjelaskan bahwa internal audit tidak menciptakan kepercayaan dengan menyatakan bahwa segala sesuatunya baik-baik saja. “Tugas kita adalah membantu memastikan bahwa organisasi dan institusi kita memang layak untuk dipercaya,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Dalam konferensi tersebut, IIA Indonesia juga memaparkan hasil survei mengenai penerapan Global Internal Audit Standards (GIAS). Hasil survei menunjukkan bahwa meskipun kompetensi penugasan audit dinilai cukup kuat, implementasi metodologi dan tata kelola pengawasan kualitas masih memerlukan penguatan.

“Survei menunjukkan bahwa kita sudah cukup kuat dalam menjalankan penugasan audit. Namun, baru 40% organisasi yang metodologi auditnya telah sepenuhnya disesuaikan dengan GIAS, dan baru 49% dewan yang secara rutin meninjau QAIP. Metodologi, tata kelola, dan pengawasan kualitasnya masih perlu kita perkuat bersama,” terang Angela.

Angela menyoroti pentingnya keberanian dalam mengukur kapasitas profesi dengan tolok ukur internasional. Hal ini agar auditor internal Indonesia mampu bersaing dan berkontribusi di kancah global. “Kalau kita ingin profesional Indonesia diakui mampu bersaing secara global, kita juga harus berani diukur dengan benchmark yang digunakan secara global. Kematangan profesi tidak diukur dari banyaknya standar yang kita buat, tetapi dari kualitas dan konsistensi kita dalam menerapkannya,” ucap Angela.

IIA Indonesia National Conference 2026 mengangkat tema “Beyond Assurance: From Compliance to Confidence”. Konferensi yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri oleh lebih dari 600 pimpinan dan praktisi audit internal dari seluruh Indonesia.

Acara nasional ini turut menghadirkan Menteri Keuangan, Menteri Koperasi, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wakil Gubernur Jawa Timur, serta jajaran Direksi, Komisaris, dan Chief Audit Executive (CAE) dari berbagai perusahaan, BUMN, dan instansi pemerintah. Para pemimpin dan praktisi tersebut mendiskusikan berbagai isu strategis, mulai dari tata kelola dan internal audit, ESG, hingga penyiapan talenta auditor masa depan.

“Saya tidak ingin Indonesia hanya menjadi negara yang selalu belajar dari praktik terbaik dunia. Saya ingin Indonesia juga ikut membentuknya. Bukan karena kita ingin dunia mengakui bahwa kita hebat, tetapi karena kualitas kita membuat dunia tidak punya pilihan selain mengakuinya,” pungkas Angela.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini