BRI Danareksa Sekuritas Rekomendasikan Tiga Saham: BULL, IATA, dan SSIA untuk Perdagangan 20 Agustus 2026

0
8
BRI Danareksa Sekuritas Rekomendasikan Tiga Saham: BULL, IATA, dan SSIA untuk Perdagangan 20 Agustus 2026
Ilustrasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham, yaitu PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Indonesia AirAsia Tbk (IATA), dan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), untuk diperdagangkan pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Saham BULL dinilai masih mempertahankan tren bullish karena harganya berada di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) dan 200 hari (MA200). Saham ini juga berhasil bangkit dari level support 416, dengan potensi kenaikan lebih lanjut menuju 467 hingga 600.

Rumor mengenai rencana rights issue BULL yang dikaitkan dengan rencana injeksi sekitar 30 kapal tanker LNG milik Grup Sinar Mas ke dalam perseroan menjadi salah satu faktor yang diperhatikan.

Sementara itu, saham IATA menunjukkan pemulihan yang kuat dari area support 104-115. Peningkatan volume perdagangan dan indikator MACD yang masih bullish mendukung prospek kenaikan menuju level 128-138.

Perubahan kepemilikan IATA, yang resmi keluar dari Grup MNC dan kini berada di bawah kendali PT Karya Pacific Investama, membuka peluang perubahan arah bisnis dan strategi perusahaan.

Untuk saham SSIA, peningkatannya terlihat setelah berhasil menembus area konsolidasi 1.720 dengan volume yang meningkat. Posisi harga di atas MA20 dan penguatan MACD mengindikasikan potensi kenaikan lebih lanjut menuju 1.778-1.870.

Secara finansial, SSIA mencatatkan laba bersih sebesar Rp 262,6 miliar pada kuartal II 2026, berbanding terbalik dengan kerugian Rp 32,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Prediksi IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 0,86% ke level 6.394,1 pada perdagangan sebelumnya. Koreksi ini terutama disebabkan oleh aksi profit taking setelah penguatan sebelumnya. Pelemahan saham BYAN sebesar 9,41% pasca klarifikasi manajemen terkait rumor akuisisi juga turut menekan indeks, sejalan dengan sektor energi yang melemah 1,17% dan pergerakan negatif mayoritas bursa Asia.

Di pasar domestik, keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di 5,75% sesuai ekspektasi pasar. Namun, penundaan keputusan FTSE dalam penambahan konstituen baru Indonesia hingga Desember 2026 menjadi perhatian terhadap potensi foreign flow.

Secara global, kenaikan harga minyak mentah ke kisaran US$ 91 per barel akibat ketidakpastian pembukaan Selat Hormuz dan tensi antara Amerika Serikat dan Iran meningkatkan risiko inflasi serta volatilitas kebijakan moneter.

BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak terbatas dalam rentang 6.330 hingga 6.490. Secara teknikal, terbentuk pola shooting star di area resistance 6.490 setelah dua kali penolakan di zona 6.400–6.450, yang mengindikasikan potensi konsolidasi atau profit taking lanjutan.

Meskipun demikian, IHSG masih bertahan di atas MA20 dengan MACD yang tetap positif, sehingga bias jangka pendek belum berubah menjadi bearish. Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada dampak FOMC Minutes terhadap yield US Treasury, dolar AS, dan minat investor terhadap aset berisiko.

Pada perdagangan bursa Wall Street, indeks utama ditutup menguat. Dow Jones Industrial Average naik 0,22% ke 53.463, S&P 500 menguat 0,21% ke 7.707,9, dan Nasdaq Composite naik 0,16% menjadi 26.331.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini