Daftar Buronan Asal Indonesia yang Masuk dalam Red Notice Interpol
Beberapa nama buronan asal Indonesia yang tercatat dalam daftar red notice Interpol telah menjadi perhatian publik. Salah satu yang paling dikenal adalah Fredy Pratama, seorang gembong kelas internasional yang sempat muncul dalam daftar tersebut. Namun, setelah dilakukan penelusuran melalui situs resmi Interpol pada Kamis (2/10/2025), ternyata nama Fredy sudah tidak lagi tercantum dalam daftar buronan Indonesia.
Menurut keterangan dari Sekretariat National Central Bureau Interpol (Ses NCB Interpol) Brigjen Pol Untung Widyatmoko, dalam red notice Interpol terdapat dua jenis: yang ditampilkan untuk umum dan yang hanya tersedia bagi aparat penegak hukum. Hal ini menjelaskan mengapa beberapa nama mungkin tidak terlihat di situs web publik.
Berikut adalah daftar buronan asal Indonesia yang masih tercantum dalam red notice Interpol hingga 2 Oktober 2025:
1. Evelina Pietruschka
Evelina Pietruschka adalah salah satu tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan pemalsuan data pemegang polis asuransi PT Wanaartha Life. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur dan kemudian Presiden Komisaris perusahaan tersebut. Pihak kepolisian masih menelusuri status kewarganegaraannya.
2. Manfred Pietruschka Armin
Manfred, suami dari Evelina, juga dituduhkan dengan pasal serupa. Menurut informasi dari Ses NCB Interpol, pihaknya sedang memburu keduanya. Interpol mengetahui bahwa Evelina berada di California, sementara Rezanantha Petruschka telah ditangkap di kota tersebut.
3. Mendomba Randy
Mendomba Randy adalah buronan karena terlibat dalam kasus penyelundupan senjata api. Ia lahir di Filipina namun memiliki kewarganegaraan Indonesia. Ciri-cirinya termasuk tinggi badan hingga 1,7 meter, rambut dan mata hitam.
4. Edo Kurniawan
Edo Kurniawan, mantan Wakil Presiden Wirecard Asia, melarikan diri dari Singapura setelah terlibat dalam penggelapan dana perusahaan. Dua bawahannya, James Aga Wardhana dan Chai Ai Lim, telah ditangkap dan dihukum. Kerugian yang dialami Wirecard Asia mencapai 123.070 dolar Singapura.
5. Richard Jude Daschbach
Richard Jude Daschbach, mantan pendeta, dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak di Timor Leste. Ia juga menghadapi dakwaan terkait eksploitasi seksual anak. Selain itu, ia pernah dituduh melakukan penipuan terkait dana rumah penampungan.
6. Nugroho Sofyan Iskandar Nugroho
Sofyan dicari karena diduga melakukan pencabulan terhadap anak di bawah 14 tahun. Ia lahir di Semarang dan kini menjadi buronan Amerika Serikat. Ciri khasnya adalah tahi lalat di pipi kanannya serta tinggi badan 1,7 meter.
7. Djatmiko Febri Irwansyah
Djatmiko Febri Irwansyah menjadi buronan karena dugaan pembunuhan terhadap warga Singapura Dexmon Chua Yizhi pada 2014. Informasi mengenai tempat kelahirannya tidak tersedia di situs Interpol.
Dari daftar tersebut, terlihat bahwa beberapa buronan asal Indonesia masih dalam proses pencarian oleh lembaga internasional. Tantangan utama dalam menangkap pelaku tindak pidana ekonomi adalah kemampuan mereka untuk menyewa pengacara dan menghindari jerat hukum melalui berbagai alasan. Meski begitu, upaya penegakan hukum tetap dilakukan oleh pihak berwenang.
