Pelantikan Dony Oskaria sebagai Kepala BP BUMN
Pada hari Rabu (8/10/2025), Dony Oskaria secara resmi dilantik sebagai Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) di Istana Kepresidenan. Proses pelantikan ini dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan disaksikan oleh sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih serta pejabat tinggi negara lainnya.
Dony Oskaria dilantik berdasarkan Keputusan Presiden yang dibacakan sesaat sebelum prosesi pengambilan sumpah dimulai. Penunjukan Dony terjadi beberapa jam setelah dirinya terlihat mendatangi Istana Kepresidenan. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan pelantikan telah dipertimbangkan dengan matang sebelumnya.
Selain melantik Ketua BP BUMN, Presiden juga melantik Aminuddin Ma’ruf dan Tedi Bharata sebagai Wakil BP BUMN. Dengan demikian, struktur kepemimpinan BP BUMN kini lengkap dan siap menjalankan tugas-tugas strategis yang diberikan.
Latar Belakang BP BUMN
Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) merupakan badan baru dalam pemerintahan Prabowo. Badan ini lahir setelah RUU BUMN resmi disahkan menjadi UU pada beberapa waktu lalu. Pembaruan ini menandai perubahan signifikan dalam sistem pemerintahan dan pengelolaan BUMN.
Lahirnya BP BUMN juga secara langsung menghapuskan Kementerian BUMN dari daftar Kementerian dan Lembaga di Kabinet Merah Putih. Hal ini menunjukkan adanya reorganisasi yang lebih efisien dalam pengelolaan aset negara.
Perubahan Kewenangan BP BUMN
Revisi UU BUMN juga mencakup pengaturan kewenangan baru bagi BP BUMN. Pasal 3C dalam UU yang sudah direvisi memuat sejumlah wewenang dari BP BUMN. Salah satunya adalah menyetujui rencana kerja dan anggaran (RKA) badan atau Danantara.
Dalam aturan sebelumnya atau UU nomor 1 tahun 2025, Menteri BUMN hanya mengesahkan RKA Holding Investasi dan Operasional. Sedangkan RKA Badan Pelaksana disahkan oleh Dewan Pengawas atas persetujuan Presiden. Dengan adanya BP BUMN, kewenangan ini dialihkan kepada lembaga baru tersebut, sehingga meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan BUMN.
Struktur Baru dan Tantangan yang Menghadang
Dengan pelantikan Dony Oskaria dan dua wakilnya, BP BUMN kini memiliki struktur kepemimpinan yang lebih jelas dan terarah. Namun, tantangan besar tetap menghadang. BP BUMN harus mampu mengelola aset negara secara efektif, menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan sosial, serta memastikan bahwa semua kebijakan yang diambil sesuai dengan visi pemerintah.
Tidak hanya itu, BP BUMN juga harus mampu bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga legislatif, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kerja sama ini sangat penting untuk memastikan bahwa semua program dan kebijakan yang dikeluarkan dapat berjalan dengan baik.
Masa Depan BP BUMN
Dengan adanya BP BUMN, diharapkan akan tercipta sistem pengelolaan BUMN yang lebih profesional dan akuntabel. Selain itu, lembaga ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi nasional.
Kedepannya, BP BUMN akan terus berupaya untuk meningkatkan kinerja dan kualitas layanan, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dengan komitmen dan semangat yang kuat, BP BUMN diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama dalam perekonomian Indonesia.



