IHSG Diperkirakan Menguat Terbatas, 3 Saham Unggulan Direkomendasikan

0
4
IHSG Diperkirakan Menguat Terbatas, 3 Saham Unggulan Direkomendasikan
Ilustrasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menguat secara terbatas pada perdagangan Kamis (20/8/2026). Perkiraan ini muncul setelah IHSG ditutup melemah 0,86% atau 55,7 poin ke level 6.394 pada Rabu (19/8/2026). Sektor infrastruktur menjadi penopang utama kenaikan dengan pertumbuhan 0,43%, sementara sektor barang baku mengalami pelemahan terdalam sebesar 1,21%.

Berdasarkan analisis teknikal, Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang support 6.320 dan resistance 6.460. Perhatian pasar tertuju pada risalah rapat The Fed yang menunjukkan dukungan dari sejumlah pejabat untuk kenaikan suku bunga acuan, terutama jika inflasi tidak kunjung terkendali. Meskipun demikian, mayoritas pejabat masih berhati-hati dan menunggu data ekonomi lebih lanjut, dengan suara 9-3 pada pertemuan Juli lalu yang masih mempertahankan suku bunga.

Inflasi menjadi fokus utama pejabat The Fed, yang diproyeksikan menurun akhir tahun seiring meredanya isu tarif dan harga energi. Namun, ketidakpastian global, termasuk konflik yang berpotensi menaikkan harga minyak di atas US$ 90 per barel, membuka peluang inflasi kembali meningkat, kecuali jika perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran tercapai. Pejabat The Fed mengakui adanya kemungkinan prospek inflasi yang tidak jelas akibat situasi perang tersebut.

Di sisi lain, pasar tenaga kerja Amerika Serikat dilaporkan stabil dengan keseimbangan antara suplai dan permintaan. Ketua The Fed dikritik karena kurangnya transparansi mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan. Usulan pengurangan jumlah rapat kebijakan dari delapan menjadi enam pertemuan per tahun diajukan untuk memungkinkan pengumpulan data ekonomi yang lebih komprehensif sebelum pengambilan keputusan.

Pilarmas Investindo Sekuritas mencatat bahwa The Fed tampak lebih tenang dalam menyikapi data ketenagakerjaan dibandingkan dengan inflasi yang berfluktuasi. Ekspektasi inflasi terus meningkat akibat ketidakpastian global, membuat banyak pejabat menilai risiko inflasi lebih besar daripada isu ketenagakerjaan. Meskipun demikian, optimisme terhadap aktivitas perekonomian tetap ada, meski beberapa pihak mengkhawatirkan pembangunan infrastruktur AI yang terlalu cepat.

Kekhawatiran terhadap perekonomian Amerika Serikat, ditambah peluang kenaikan suku bunga The Fed, menyebabkan imbal hasil US Treasury 30y turun ke level 5,18%. Hal ini turut mendorong penguatan dolar AS dan penurunan harga emas ke level terendah dalam tiga bulan terakhir. Di Indonesia, penahanan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sejalan dengan ekspektasi pasar, meskipun imbal hasil SUN mengalami penurunan di tengah kenaikan imbal hasil US Treasury.

Pemerintah berencana menarik utang baru sebesar Rp 876,3 triliun pada tahun 2027, meningkat dari outlook 2026 yang sebesar Rp 736,6 triliun. Dana ini akan dialokasikan untuk menutup defisit anggaran, membiayai utang jatuh tempo, dan kewajiban lainnya. Pemerintah berkomitmen menjaga risiko utang melalui prioritas Surat Berharga Negara (SBN) domestik, pengelolaan utang aktif, serta keseimbangan tenor untuk memastikan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tetap aman.

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai kenaikan kebutuhan utang mencerminkan tingginya kebutuhan pembiayaan fiskal. Strategi pemerintah yang mengutamakan SBN domestik dan manajemen utang aktif dinilai positif untuk mengelola risiko eksternal dan menekan biaya bunga. Namun, kenaikan beban bunga hingga Rp 650,3 triliun perlu menjadi perhatian serius agar tidak mempersempit ruang fiskal, yang harus diimbangi dengan peningkatan penerimaan negara dan pertumbuhan ekonomi yang kuat.

Untuk perdagangan Kamis (20/8/2026), Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Elnusa Tbk (ELSA) sebagai pilihan trading.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini