Investor Asing Borong Saham Perbankan, BBRI Paling Diburu

0
7
Investor Asing Borong Saham Perbankan, BBRI Paling Diburu
Pengunjung berada di galeri BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi pilihan utama investor asing di Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 21 Agustus 2026. Selain BBRI, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga turut diborong oleh investor internasional.

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing mencetak transaksi beli bersih (net buy) saham BBRI sebesar Rp 628,49 miliar di pasar reguler. Sementara itu, net buy asing pada saham BBCA tercatat sebesar Rp 269,09 miliar.

Posisi selanjutnya ditempati oleh saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan net buy asing senilai Rp 140 miliar. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga diminati, masing-masing mencatat net buy Rp 137,3 miliar dan Rp 113,1 miliar.

Di sisi lain, saham PT Indosat Tbk (ISAT) mengalami transaksi jual bersih (net sell) terbanyak oleh investor asing, meskipun nilainya relatif kecil, yaitu Rp 52,8 miliar.

Secara keseluruhan, investor asing mencetak net buy sebesar Rp 974,5 miliar di seluruh pasar BEI pada hari yang sama. Dengan demikian, total net sell asing sepanjang tahun berjalan hingga 21 Agustus 2026 mencapai Rp 70,6 triliun, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia.

Di tengah aktivitas perdagangan tersebut, KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi ‘buy’ untuk saham BBRI dengan target harga Rp 4.010 menggunakan Gordon Growth Model (GGM). Target harga ini setara dengan price to book value (P/B) 1,8 kali untuk proyeksi 2026, yang dinilai sangat murah.

Potensi katalis positif bagi saham BBRI antara lain pertumbuhan kredit yang melampaui ekspektasi dan penyesuaian imbal hasil kredit yang moderat, yang dapat mendorong net interest margin (NIM) melampaui panduan 2026.

JP Morgan juga menunjukkan pandangan positif terhadap saham BBRI, menaikkan rekomendasi menjadi ‘overweight’ dengan target harga Rp 3.400. Peningkatan ini didasari oleh perbaikan signifikan yang terlihat pada kinerja perseroan.

Dalam risetnya, JP Morgan menyoroti kekuatan bisnis BBRI di segmen kredit mikro yang berkontribusi pada profitabilitas besar. Meskipun sempat mengalami pemburukan aset, masalah tersebut kini mulai teratasi seiring perbaikan internal dan dukungan program pemerintah.

JP Morgan memprediksi konsensus pasar akan segera merevisi proyeksi kinerja keuangan BBRI. Valuasi saham yang masih murah diprediksi menjadi katalis kuat untuk reli saham BBRI ke depan. Target harga Rp 3.400 tersebut didasarkan pada PBV wajar 1,2 kali dengan ROE 17,4%, risk-free rate 7%, biaya modal 15,4%, dan terminal growth rate 7%.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini