Beranda News Israel Menyetujui Rencana Damai 20 Poin, Trump Umumkan Gencatan Senjata di Gaza

Israel Menyetujui Rencana Damai 20 Poin, Trump Umumkan Gencatan Senjata di Gaza

0
131

Perdamaian Gaza: Langkah Penting Menuju Kedamaian

Israel telah menghentikan sementara serangan udara dan darat di Jalur Gaza guna memberi waktu bagi proses pembebasan sandera dan penyelesaian “Kesepakatan Damai 20 Poin”. Hal ini disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui platform Truth Social, pada Sabtu (4/10). Dalam unggahannya, Trump menegaskan bahwa Hamas harus segera bergerak. Jika tidak, ia memperingatkan bahwa situasi bisa menjadi lebih buruk.

“Hamas harus bergerak cepat, jika tidak, kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Saya tidak akan menoleransi penundaan. Mari kita selesaikan ini, dengan cepat,” tulis Trump dalam unggahannya.

Dalam unggahan terpisah, Trump menyebut bahwa Israel telah menyetujui penarikan awal pasukannya setelah melalui serangkaian negosiasi yang ditunjukkan kepada Hamas. Ia menjelaskan bahwa ketika Hamas mengonfirmasi, gencatan senjata akan segera diberlakukan, pertukaran sandera dan tahanan dimulai, dan kondisi untuk penarikan pasukan berikutnya akan diciptakan.

Netanyahu Optimis Pembebasan Sandera dalam Hitungan Hari

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan optimisme bahwa pembebasan seluruh sandera dari Gaza dapat diumumkan “dalam beberapa hari mendatang.” Ia mengatakan pembicaraan tidak langsung dengan Hamas akan dilanjutkan di Mesir pada Senin (6/10), dengan fokus pada rencana baru Amerika Serikat untuk mengakhiri perang.

Dalam pernyataan singkat Sabtu malam, Netanyahu menjelaskan bahwa dirinya telah mengirim delegasi khusus ke Kairo untuk memfinalisasi rincian teknis kesepakatan tersebut. “Tujuan kami adalah membatasi negosiasi ini dalam jangka waktu beberapa hari,” ujarnya.

Isi Rencana Damai 20 Poin

Trump sebelumnya memberi batas waktu hingga Minggu (5/10) pukul 18.00 EDT atau Senin (6/10) pukul 05.00 WIB bagi Hamas untuk menerima “Rencana Damai 20 Poin” terkait Gaza. Jika tidak, Trump memperingatkan, “neraka, yang belum pernah dirasakan siapa pun sebelumnya, akan dibuka untuk Hamas.”

Beberapa jam kemudian, Hamas menyatakan menerima usulan tersebut secara umum dan siap memulai pembicaraan dengan mediasi internasional. Respons itu disambut baik oleh banyak pihak, termasuk PBB dan Uni Eropa, yang mendesak agar kesempatan ini digunakan untuk mengakhiri perang dan meringankan penderitaan warga sipil Gaza.

Pokok Kesepakatan

Rencana 20 poin tersebut mencakup:

  • Gencatan senjata total yang ditukar dengan pembebasan sandera Israel.
  • Penarikan pasukan Israel secara bertahap ke garis yang disepakati.
  • Demiliterisasi Gaza dan pengawasan internasional terhadap rekonstruksi pascaperang.
  • Hamas tidak lagi menjadi bagian dari struktur pemerintahan Gaza.
  • Dalam waktu 72 jam setelah Israel menerima kesepakatan secara terbuka, Hamas diwajibkan membebaskan seluruh sandera, baik yang masih hidup maupun telah meninggal.
  • Sebagai imbalannya, Israel akan membebaskan 250 tahanan dengan hukuman seumur hidup serta 1.700 warga Gaza yang ditahan sejak konflik meletus pada 7 Oktober 2023.
  • Anggota Hamas yang menyerahkan senjata dan berkomitmen hidup damai akan diberi amnesti dan akses aman keluar Gaza menuju negara yang bersedia menerima mereka.

Menuju Akhir Konflik Gaza

Langkah gencatan senjata ini menjadi momen diplomatik penting setelah hampir setahun konflik berdarah di Gaza. Dunia internasional kini menaruh harapan agar “Rencana Damai 20 Poin” dapat menjadi titik balik menuju perdamaian permanen di kawasan Timur Tengah.


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini