Saturday, April 5, 2025
DaerahJaga Inflasi Rendah dan Stabil, Pemkab Indramayu Ikuti Rakor dengan Mendagri

Jaga Inflasi Rendah dan Stabil, Pemkab Indramayu Ikuti Rakor dengan Mendagri

Ads

Indramayu, Reformasi.co.id – Pengendalian inflasi menjadi prioritas pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan, termasuk Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Dengan menjaga inflasi tetap rendah dan stabil, pertumbuhan ekonomi dapat terus berlangsung, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebaliknya, inflasi yang tinggi dan tidak terkendali dapat memberikan dampak negatif terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Pada Desember 2024, tingkat inflasi tercatat sebesar 1,57%. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2024 menunjukkan tren positif dengan angka 4,95%.

- Advertisement -

Hal ini disampaikan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang digelar secara daring oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI pada Senin (20/1/2025).

Rakor ini juga dirangkaikan dengan Sosialisasi Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan diikuti oleh kementerian/lembaga terkait serta pemerintah daerah di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Indramayu.

“Presiden mengapresiasi upaya pengendalian inflasi yang telah dilakukan selama ini, dan beliau memerintahkan agar upaya tersebut terus dilanjutkan,” ujar Tito.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas inflasi. Daerah yang inflasinya masih tinggi diimbau untuk segera mencari penyebabnya dan melaksanakan langkah-langkah penyelesaian yang efektif.

“Inflasi berkaitan erat dengan harga barang dan jasa. Oleh karena itu, kestabilan harga komoditas harus terus dijaga untuk mencegah lonjakan inflasi,” tambahnya.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan oleh Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, terdapat 35 provinsi yang mengalami kenaikan Indeks Perubahan Harga (IPH) pada minggu ketiga Januari 2025, sementara tiga provinsi mencatat penurunan.

Komoditas yang menjadi penyumbang utama kenaikan inflasi di banyak provinsi antara lain cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Indramayu, Suwenda, menyampaikan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga komoditas dan inflasi di daerahnya.

Suwenda menegaskan bahwa Kabupaten Indramayu terus bersinergi dengan pemerintah pusat. Salah satu upaya terbaru adalah kunjungan ke pasar daerah bersama Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, Rusmin Amin.

Kunjungan tersebut bertujuan mengawasi distribusi minyak goreng dan memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok.

Ads

Ikuti berita dan informasi terbaru Reformasi.co.id di Google News.

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini