Kades Bangkalan Diduga Terlibat Narkoba

0
164

Penyitaan Tujuh Bangunan di Kabupaten Bangkalan Terkait Kasus Narkoba

Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Timur melakukan penyitaan terhadap tujuh bangunan di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Kamis, 2 Oktober 2025. Penyitaan ini dilakukan karena dugaan keterlibatan aset-aset tersebut dalam jaringan bandar narkotika dan tindak pidana pencucian uang. Aset yang disita merupakan milik Kepala Desa Lembung Gunong, Kecamatan Kokop, Muzammil.

Saat operasi digelar, Muzammil tidak berada di lokasi. Operasi ini melibatkan sebanyak 493 personel gabungan dari Ditresnarkoba Polda Jatim dan Polres Bangkalan. Penyitaan dilakukan setelah mendapatkan izin dari Ketua Pengadilan Negeri Bangkalan tertanggal 29 September. Izin ini dikeluarkan sebagai bagian dari penyelidikan terkait tindak pidana pencucian uang yang berasal dari kejahatan narkotika.

Berikut rincian aset yang disita:

  • Satu unit rumah di Desa Durjan Gunung
  • Satu unit rumah di Kelurahan Pajagan
  • Dua unit rumah di Perumahan Kayangan Bangkalan
  • Satu unit toko yang masih dalam pembangunan di Kelurahan Kemayoran
  • Satu bangunan kos-kosan serta sebuah gudang di Kelurahan Mlajah

Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono menjelaskan bahwa pihaknya juga berencana untuk menjemput paksa Muzammil karena dua kali mangkir dari panggilan resmi pemeriksaan. “Berdasarkan Pasal 122 Ayat 2 KUHAP, penyidik berhak melakukan penjemputan paksa dengan membawa surat perintah, serta melakukan penggeledahan terkait tindak pidana pencucian uang dari narkoba,” ujarnya.

Mukhlis, Ketua RT. 03, RW. 01 Kelurahan Mlajah, mengatakan bahwa dirinya baru mengetahui adanya penyitaan tersebut sehari sebelumnya setelah menerima pemberitahuan dari Polres Bangkalan. “Aset gudang dan kos-kosan itu dibangun kurang lebih setahun lalu,” tambah dia.

Penyitaan ini menunjukkan komitmen pihak berwajib dalam memberantas peredaran narkoba dan tindak pidana terkait. Selain itu, langkah ini juga menjadi peringatan bagi pelaku kejahatan yang mencoba menyembunyikan harta hasil kejahatan mereka melalui aset-aset yang tidak jelas asal usulnya.

Dalam operasi ini, polisi menunjukkan kesiapan dan kemampuan mereka dalam menghadapi kasus-kasus kompleks seperti pencucian uang. Tidak hanya fokus pada penangkapan pelaku, tetapi juga pada pengambilan tindakan terhadap aset yang diduga terkait dengan kejahatan narkoba.

Selain itu, keberhasilan operasi ini juga menunjukkan kerja sama yang baik antara berbagai instansi terkait, termasuk pengadilan dan lembaga penegak hukum lainnya. Hal ini penting untuk memastikan proses hukum berjalan dengan benar dan transparan.

Langkah-langkah seperti ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan narkoba dan menjaga keamanan serta kenyamanan masyarakat. Dengan semakin ketatnya pengawasan dan penegakan hukum, diharapkan jumlah kasus narkoba dapat diminimalisir dan masyarakat lebih aman dari ancaman narkoba.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini