
JAKARTA – DBS Foundation dan Yayasan Mercy Corps Indonesia menggelar acara pembelajaran sebagai bagian dari program Financial Inclusion for Women Entrepreneurs powered by DBS Foundation. Program ini dirancang untuk memperkuat kesehatan dan ketahanan keuangan 40 ribu perempuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tiga kota besar: Semarang, Surabaya, dan Medan, dengan target penyelesaian pada 30 September 2027.
Dalam rangka mendukung program tersebut, Yayasan Mercy Corps Indonesia dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU). Penandatanganan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Bursa Wirausaha Unggulan Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian UMKM di Kota Medan, bertempat di Auditorium Universitas Sumatera Utara.
Kolaborasi strategis ini bertujuan mengoptimalkan program pemerintah dan mitra pembangunan untuk mendorong pengembangan usaha yang dipimpin oleh perempuan, baik sebagai pemilik maupun pengelola UMKM. Upaya yang dilakukan mencakup berbagai aspek, mulai dari pelatihan literasi keuangan dan digital, perluasan akses pembiayaan, fasilitasi business matching, hingga pemanfaatan saluran pemasaran digital.
Sejak diluncurkan pada 15 Oktober 2025, program Financial Inclusion for Women Entrepreneurs powered by DBS Foundation telah berhasil menjangkau lebih dari 20 ribu perempuan pemilik atau pengelola UMKM di Semarang, Surabaya, dan Medan. Melalui program ini, para pelaku usaha mendapatkan pendampingan terintegrasi untuk memperkuat bisnis mereka sekaligus terhubung langsung ke berbagai layanan finansial yang relevan.
“Mendorong inklusi finansial dan pemberdayaan perempuan merupakan beberapa fokus utama DBS Foundation dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan,” ujar Mona Monika, head of group marketing & communications PT Bank DBS Indonesia, dalam keterangan resmi yang diterima pada Kamis (20/8/2026).
Mona menambahkan, melalui program ini, pihaknya berharap semakin banyak perempuan pelaku UMKM memiliki akses terhadap pengetahuan, layanan, dan produk keuangan yang memadai. Diharapkan ini dapat membantu mereka meningkatkan ketahanan usaha, memenuhi kebutuhan dasar keluarga, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi diri mereka maupun komunitasnya.
Ade Soekadis, direktur eksekutif Mercy Corps Indonesia, menuturkan bahwa kolaborasi dengan Kementerian UMKM menjadi langkah strategis untuk memperluas dampak pembelajaran dari program Financial Inclusion for Women Entrepreneurs powered by DBS Foundation. Kemitraan ini juga memperkuat upaya bersama dalam mendukung perempuan pemilik dan pengelola usaha mikro dan kecil.
“Melalui kemitraan ini, kami berharap praktik baik dan pembelajaran dari implementasi program dapat menjadi masukan dalam pengembangan strategi yang lebih efektif untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan bagi UMKM,” ujar Ade.
Acara pembelajaran ini mengusung tema “Money Smart Entrepreneur: Cerdas Mengelola Keuangan, Berani Mengembangkan Usaha”. Sesi panel talkshow menghadirkan narasumber dari Kementerian UMKM, DBS Foundation, praktisi, dan influencer. Sesi ini dimoderasi oleh Editor Lestari dan perwakilan UMKM dari media ternama Kompas.com. Para panelis berbagi perspektif mengenai bagaimana literasi keuangan dapat diterapkan untuk memilih, mengakses, dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan sesuai dengan kebutuhan usaha.
Selama periode Agustus hingga September 2026, DBS Foundation dan Mercy Corps Indonesia akan menyelenggarakan total enam acara pembelajaran di Medan, Semarang, Surabaya, dan Jakarta.