Kronologi Siswi SMK Bandung Barat Tewas Diduga Keracunan MBG

0
154

Kecelakaan Maut Siswi SMK Akibat Keracunan MBG

Seorang siswi kelas XII SMK 1 Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, atas nama Bunga Rahmawati (17 tahun), meninggal dunia setelah mengalami gejala mirip keracunan. Kejadian ini terjadi setelah ia menerima paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diketahui telah menyebabkan keracunan massal di wilayah Cipongkor, KBB, beberapa waktu lalu.

Pada Rabu (24/9), sejumlah besar siswa di sekolah Bunga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG. Saat itu, Bunga juga turut menjadi korban, meski menurut keluarga, kondisinya tidak terlalu parah. Ia hanya merasa pusing dan tidak memiliki gejala lain yang mencurigakan.

Setelah kejadian tersebut, proses belajar-mengajar di sekolah Bunga dipindahkan ke rumah. Pada Senin (29/9), ia kembali bersekolah. Namun, pada hari itu, Bunga pulang lebih cepat karena hanya ada pemantapan pelajaran. Meski demikian, kondisi Bunga masih terlihat baik hingga malam hari.

Pada Senin malam, Bunga mulai mengeluhkan rasa pusing dan mual. Ia sempat mengadukan kondisinya kepada kakak tertuanya, Sindi. Bunga diberi obat oleh kakaknya, namun kondisinya semakin memburuk pada Selasa dini hari. Menurut keluarga, Bunga memiliki riwayat penyakit lambung yang bisa memperparah kondisinya.

Di rumah, saat kejadian, Bunga hanya tinggal bersama adik bungsunya yang masih balita. Kakaknya sedang bekerja, sementara adik lainnya sedang bersekolah. Ketika adik bungsunya pulang dari sekolah, kondisi Bunga sudah sangat lemah. Keluarga segera menghubungi pihak desa untuk meminta bantuan ambulans.

Rencananya, Bunga akan dibawa ke RSUD Cililin. Namun, nyawanya tidak tertolong selama perjalanan. Nanang, pamannya, mengatakan bahwa saat itu Bunga sudah dalam keadaan tidak sadar. Ia memegang oksigen, tetapi kondisinya terus memburuk. Setelah tiba di rumah sakit, petugas menyatakan bahwa Bunga sudah tidak dapat diselamatkan.

Nanang menegaskan bahwa keluarga tidak menyalahkan siapa pun atas kejadian ini. Menurut mereka, ini adalah musibah yang tidak bisa dihindari. Beberapa pihak seperti RT dan utusan dari Jakarta serta Polres juga datang ke rumah Bunga. Mereka ingin melakukan autopsi, tetapi keluarga menolak.

Jenazah Bunga dikebumikan pada hari Rabu pagi. Prosesi pemakaman selesai sekitar pukul 10.00 WIB.

Penjelasan Dinas Kesehatan

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Barat, Lia N Sukandar, menjelaskan bahwa kematian Bunga tidak berkaitan langsung dengan konsumsi MBG. Menurutnya, gejala yang dialami Bunga muncul lebih dari 2×24 jam setelah ia mengonsumsi makanan tersebut.

Meskipun Bunga sempat mengonsumsi MBG pada Rabu (24/9), ia hanya mengeluhkan sedikit pusing tanpa gejala lain. Pada Senin (29/9), Bunga kembali ke sekolah, tetapi pulang lebih awal karena merasa pusing. Setelah sampai di rumah, ia minum obat dari warung dan tertidur.

Esok harinya, Bunga mengalami mual, muntah, dan sesak napas. Pada siang hari, kondisinya semakin memburuk, sehingga ia dibawa ke RSUD Cililin. Di tengah perjalanan, kondisi Bunga terus memburuk dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh dokter IGD sekitar pukul 13.30 WIB.

Berdasarkan data yang diperoleh, Bunga memiliki riwayat penyakit lambung. Hal ini kemungkinan memengaruhi kondisi kesehatannya secara keseluruhan. Meski begitu, Dinkes belum menemukan bukti pasti yang menghubungkan kematian Bunga dengan MBG.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini