JAKARTA – KS Orka Renewables Pte Ltd bersama anak usahanya, PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP), mengumumkan capaian pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sorik Marapi sebagai salah satu proyek panas bumi dengan laju pengembangan tercepat di dunia. Proyek ini dimulai dengan pengeboran sumur pertama pada Oktober 2016 dan berhasil mengembangkan lima unit pembangkit dalam rentang waktu delapan tahun.
Dimulai dari pengeboran sumur pertama pada Oktober 2016, SMGP menargetkan Commercial Operation Date (COD) unit pertama pada tahun 2019 dan unit kelima pada tahun 2025. Capaian ini merupakan bagian dari pendekatan pengembangan modular yang memungkinkan kapasitas pembangkitan ditambah secara bertahap sesuai karakteristik lapangan.
Pendekatan tersebut menjadi dasar pengembangan Reservoir-Adaptive Geothermal Power Plant (RAGPP). Konsep RAGPP dipaparkan oleh Dr. Yan Tang, Chief Operation Officer KS Orka Renewables Pte. Ltd., dalam sesi pleno di IIGCE 2026. RAGPP dirancang agar sistem pembangkitan dapat beradaptasi terhadap perubahan tekanan, entalpi, temperatur, dan laju alir reservoir selama masa produksi.
Sistem ini mengombinasikan steam screw expander, wet steam Organic Rankine Cycle (ORC), dan brine ORC. Tujuannya adalah untuk memanfaatkan energi dari uap hingga panas yang tersimpan pada brine. Dengan konfigurasi tersebut, sumur dengan kondisi yang berubah dapat tetap diarahkan ke sistem pembangkitan yang paling sesuai.
Penerapan RAGPP terlihat pada sumur T-10 di SMGP. Setelah beroperasi sekitar enam tahun, sumur ini dialihkan dari sistem high-pressure 10,7 bar(a) ke medium-pressure 5,7 bar(a) mengikuti perubahan kondisi reservoir. Penyesuaian ini memungkinkan sumur tetap berkontribusi pada pembangkitan listrik tanpa modifikasi besar pada fasilitas.
Dari sisi kinerja, pembangkitan bersih SMGP meningkat secara signifikan seiring pengembangan lima unit. Pembangkitan naik dari 84,80 GWh pada 2019 menjadi 1.445,97 GWh pada 2025. Pada periode Januari–Juni 2026, pembangkitan telah mencapai 695,23 GWh. Plant performance tetap berada di atas 90%, dengan availability factor sebesar 94,5% dan net capacity factor sebesar 99,9% pada 2025.
Pada Januari–Juni 2026, availability factor tercatat sebesar 93,6% dan net capacity factor sebesar 99,8%. Partisipasi KS Orka Renewables dalam IIGCE 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan pertukaran pengetahuan dengan berbagai pemangku kepentingan di industri panas bumi. Melalui keikutsertaan ini, perusahaan terus mendorong pengembangan energi panas bumi yang didukung oleh inovasi teknologi, keunggulan operasional, serta keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan.
