Mualem Tanggapi Bobby Hentikan Truk Pelat Aceh: Bersabar, Biar Orang Lain Berkicau, Kita Wanti-wanti…

0
186

Gubernur Aceh Menanggapi Kebijakan Bobby Nasution dengan Santai

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, memberikan respons terhadap tindakan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang memerintahkan kendaraan truk berpelat BL asal Aceh di kawasan Kabupaten Langkat untuk diganti pelatnya. Tindakan ini terjadi pada Sabtu (27/9/2025) dan langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Mualem mengatakan bahwa dirinya tidak terlalu merespons secara langsung tindakan tersebut. Dalam rapat paripurna di kantor DPR Aceh, Senin (29/9/2025) malam, ia menyampaikan bahwa pihaknya akan tetap tenang dan bersabar.

“Biarkan orang lain berkicau. Kita diam saja,” ujarnya. Meskipun demikian, Mualem menegaskan bahwa pihaknya tetap akan memantau kebijakan tersebut agar tidak terjadi ketidakseimbangan.

Ia juga menyampaikan beberapa pernyataan dalam bahasa Aceh yang memiliki makna filosofis. “Meunyo ka dipublo, tablo (kalau sudah dijual, kita beli). Nyo ka gatai, tagaro (kalau sudah gatal, kita garuk).” Peribahasa ini menunjukkan bahwa pihak Aceh akan merespons jika ada tindakan yang merugikan.

Mualem mengaku bahwa dirinya tidak terlalu khawatir dengan tindakan Bobby Nasution. Ia melihat kebijakan tersebut sebagai hal yang sementara dan tidak akan berdampak besar.

“Kita tenang saja, kita nilai itu angin berlalu, kicauan burung yang merugikan dia sendiri,” tambahnya.

Sebelumnya, H Sudirman Haji Uma, anggota DPD RI dari Aceh, juga menyampaikan kritik terhadap kebijakan yang diambil oleh Gubernur Sumatera Utara. Menurutnya, kebijakan ini terkesan emosional dan tidak objektif.

Haji Uma menyarankan agar pemerintah daerah segera melakukan koordinasi dan sosialisasi lebih intensif sebelum menerapkan aturan serupa. Hal ini dimaksudkan agar tidak memicu perasaan negatif antar daerah dan menjaga hubungan yang harmonis.

“Saya rasa kebijakan tersebut tendensius dan grasah-grusuh,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Video yang menampilkan Gubernur Bobby Nasution memberhentikan truk dengan pelat BL asal Aceh di wilayah Langkat viral di media sosial. Dalam video tersebut, Asisten Administrasi Umum Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Muhammad Suib, terlihat berbicara dengan sopir truk tersebut. Ia menjelaskan bahwa pelat BL harus diganti menjadi pelat BK agar pendapatan pajak bisa masuk ke Sumatera Utara.

Beberapa saat kemudian, Bobby Nasution juga mendekati sopir truk tersebut. “Biar bosmu tahu, kalau enggak nanti bosmu nggak tahu,” katanya dalam video tersebut.

Penjelasan Gubernur Bobby Nasution

Bobby Nasution memberikan penjelasan terkait tindakannya tersebut. Ia menyatakan bahwa aturan ini sudah diterapkan di beberapa provinsi lain seperti Riau, Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

Menurutnya, kebijakan ini hanya bertujuan untuk sosialisasi dan pendataan. Ia menegaskan bahwa aturan ini rencananya akan diberlakukan mulai Januari 2026.

“Kami hanya mendata, menyosialisasikan, ini akan diberlakukan tahun 2026. Saya minta kepada bupati, ‘tolong didata perusahaan yang berdomisili dan beroperasi di Sumut, tapi menggunakan kendaraan operasionalnya bukan pelat BK agar diganti jadi BK atau BB’. Kenapa? Karena pajak kendaraannya tidak masuk,” ujar Bobby usai rapat paripurna di DPRD Sumut, Senin (29/9/2025).

Meski demikian, banyak pihak masih meragukan kebijakan ini karena dinilai bisa memicu konflik antar daerah. Dengan adanya perbedaan regulasi, setiap provinsi cenderung ingin menjaga kepentingan ekonomi dan pajak daerah masing-masing. Hal ini menunjukkan pentingnya komunikasi dan kerja sama antar daerah untuk menciptakan sistem yang adil dan saling menguntungkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini