Beranda Ekonomi Oracle Earning Calls Q1: Pertumbuhan Cloud dan AI Catat Rekor Baru

Oracle Earning Calls Q1: Pertumbuhan Cloud dan AI Catat Rekor Baru

0
301

Indramayu, Reformasi.co.id – Oracle Corporation melaporkan kinerja keuangan kuartal pertama dengan hasil yang kuat, terutama dari layanan komputasi awan (cloud) dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Meski masih menghadapi sejumlah tantangan, perusahaan optimistis dengan proyeksi pendapatan jangka panjang.

Oracle mencatat kenaikan pendapatan cloud sebesar 27 persen menjadi 7,2 miliar dolar AS. Infrastruktur cloud tumbuh 54 persen hingga mencapai 3,3 miliar dolar AS, sementara layanan basis data cloud naik 32 persen dengan pendapatan tahunan mendekati 2,8 miliar dolar AS.

Selain itu, kewajiban kinerja yang tersisa (Remaining Performance Obligations/RPO) melonjak hingga 455 miliar dolar AS, naik 359 persen dibandingkan tahun lalu. Lonjakan ini dipicu oleh tingginya permintaan infrastruktur Oracle Cloud yang mencerminkan potensi pendapatan masa depan.

Perusahaan juga memperkuat posisinya di pasar AI dengan menjalin kontrak cloud bersama pemain besar seperti OpenAI, xAI, Meta, NVIDIA, dan AMD. Di sisi lain, pendapatan basis data multi-cloud mencatat pertumbuhan luar biasa sebesar 1529 persen, seiring integrasi Oracle dengan AWS, Azure, dan Google Cloud Platform.

Ke depan, Oracle menargetkan pertumbuhan pendapatan infrastruktur cloud sebesar 77 persen menjadi 18 miliar dolar AS pada tahun fiskal ini, dengan proyeksi jangka panjang hingga 144 miliar dolar AS dalam empat tahun. Perusahaan juga mengalokasikan belanja modal sekitar 35 miliar dolar AS untuk mendukung ekspansi.

Meski begitu, tantangan masih dihadapi. Arus kas bebas Oracle tercatat negatif 362 juta dolar AS, dengan belanja modal 8,5 miliar dolar AS. Pendapatan perangkat lunak juga mengalami penurunan tipis 2 persen menjadi 5,7 miliar dolar AS.

Secara keseluruhan, laporan keuangan kuartal I ini mencerminkan strategi agresif Oracle dalam memperkuat posisi di sektor cloud dan AI, meskipun perusahaan tetap harus mengelola tekanan finansial dan penurunan pada lini bisnis tertentu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini