Beranda News Pemkab Bandung Luncurkan Dispusip Award 2025 untuk Literasi dan Kearsipan, Pesan Bunda...

Pemkab Bandung Luncurkan Dispusip Award 2025 untuk Literasi dan Kearsipan, Pesan Bunda Literasi

0
156

Penguatan Budaya Literasi dan Kearsipan melalui Dispusip Award 2025

Dalam rangka memperkuat budaya literasi dan kearsipan di Kabupaten Bandung, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) menyelenggarakan acara Dispusip Award 2025. Acara yang berlangsung meriah di Hotel Grand Sunshine Soreang pada Rabu, 15 Oktober 2025, menjadi momen penting bagi para pegiat literasi dan arsip.

Dispusip Award 2025 menampilkan berbagai agenda menarik, seperti Grand Final Duta Arsip dan Duta Baca Anak Kabupaten Bandung, peresmian Galeri Naskah Kuno Dispusip, serta penganugerahan Arsiparis Teladan Kabupaten Bandung Tahun 2025. Acara ini juga dihadiri oleh Bunda Literasi Kabupaten Bandung, Emma Dety Permanawati, yang dalam sambutannya menekankan bahwa Dispusip Award bukan hanya sekadar penghargaan, melainkan juga penghormatan kepada dedikasi para insan literasi dan arsip.

“Acara Dispusip Award ini bukan sekadar ajang penghargaan, tetapi juga manifestasi penghormatan atas kerja keras, dedikasi, dan komitmen seluruh insan yang telah berjuang menjaga peradaban melalui literasi dan kearsipan,” kata Emma Dety.

Emma Dety menambahkan bahwa pengelola arsip dan pegiat literasi berperan penting sebagai penjaga jejak sejarah dan pengetahuan daerah. Ia menegaskan bahwa arsip bukan sekadar dokumen administratif, tetapi cermin perjalanan dan jati diri bangsa. Dari arsip, kita belajar tentang kebijakan, perjuangan, serta nilai-nilai yang membentuk karakter Kabupaten Bandung hingga seperti sekarang.

Lebih lanjut, Ia menekankan pentingnya sinergi antara literasi dan kearsipan. “Literasi membantu memahami isi dan makna arsip, sementara arsip menjaga hasil literasi agar tidak hilang ditelan waktu,” ungkapnya.

Emma Dety juga mengapresiasi inovasi Dispusip Kabupaten Bandung melalui program-program unggulan seperti MARIMAR (Manajemen Arsip Mulai dari Rumah) dan KABELAT (Kampung Bedas Literat). Kedua program ini adalah contoh konkret bagaimana literasi dan kearsipan dapat bersinergi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Literasi memberikan penghargaan khusus kepada Duta Arsip, Arsiparis Teladan, dan Duta Baca Anak Kabupaten Bandung Tahun 2025, yang dianggap sebagai wajah baru semangat perubahan. “Saya berharap para duta menjadi teladan dalam gerakan literasi dan kearsipan, bijak menggunakan media sosial, serta membangun kolaborasi dengan sekolah dan komunitas,” pesan Emma Dety.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bandung, Yudi Abdurahman, menegaskan bahwa Dispusip Award merupakan bentuk apresiasi kepada para pengelola arsip dan pegiat literasi. “Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat gerakan sadar arsip melalui program MARIMAR,” ujarnya.

Yudi menambahkan bahwa berkat inovasi MARIMAR, akses terhadap dokumen kini lebih cepat dan aman, membantu keluarga dalam pengelolaan administrasi dan pewarisan informasi antar generasi.

Selain penganugerahan, Dispusip Award 2025 juga diisi dengan penandatanganan MoU pelestarian naskah kuno dan peresmian Galeri Naskah Kuno Kabupaten Bandung yang didanai CSR Bank BJB. “Galeri ini diharapkan menjadi pusat edukasi dan pelestarian naskah bersejarah,” harapnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 184 peserta dan tamu undangan, termasuk pengelola arsip, pegiat literasi, duta literasi, serta perwakilan berbagai instansi dan komunitas. Melalui Dispusip Award 2025, Dispusip Kabupaten Bandung berharap dapat memperkuat budaya tertib arsip, meningkatkan kesadaran literasi masyarakat, dan memperkaya pelestarian warisan naskah kuno di Kabupaten Bandung, menuju Kabupaten Bandung yang literat dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini