Pengusaha Tambang Prediksi Emas Lampaui US$ 30.000, Ini Alasannya

0
6
Pengusaha Tambang Prediksi Emas Lampaui US$ 30.000, Ini Alasannya
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Bloomberg)

Pengusaha investasi mineral dan tambang asal Amerika Serikat, Thomas Kaplan, menyatakan optimisme yang sangat besar pada harga emas. Ia memperkirakan harga emas bisa mencapai US$ 30.000 hingga US$ 50.000 dalam beberapa tahun mendatang.

Kaplan, yang dikenal sebagai CEO Electrum Group, NOVAGOLD, serta CEO Sunshine Silver Mining and Refining, menggambarkan koreksi harga emas saat ini seperti tren Black Monday pada tahun 1987. Kala itu, Dow Jones Industrial Average anjlok 508 poin atau 22,6% dalam satu hari, yang merupakan penurunan persentase satu hari terbesar dalam sejarah pasar saham.

“Saat terjadi kejatuhan pasar tahun 1987, rasanya seolah-olah dunia sedang runtuh, namun jika Anda melihat kembali grafik tersebut, kejadian itu tidak terlihat. Tentu saja, orang seusia saya perlu memakai kacamata untuk bisa melihatnya. Begitu kecil skalanya,” ucapnya.

Ia menambahkan, “Melihat harga emas naik sepuluh kali lipat lagi dari titik ini, bagi saya, bukan sekadar kemungkinan, melainkan suatu keniscayaan. Menurut saya, harga emas bisa saja mencapai US$ 30.000, US$ 40.000, atau bahkan US$ 50.000 tanpa masalah,” bebernya kepada Kitco News.

Hal ini berarti logam mulia tersebut akan mencatatkan lonjakan berkali-kali lipat dibandingkan pencapaiannya selama dua dekade terakhir. Namun, Kaplan tidak menetapkan jangka waktu pendek tentang kapan harga emas akan melonjak besar-besaran.

“Menurut saya itu tidak masalah, karena dalam jangka panjang nilai emas dan perak akan meningkat berkali-kali lipat dari posisinya saat ini,” imbuhnya. Pada Jumat (21/8/2026), harga emas spot bertahan di angka US$ 4.514,23 per troy ounce pada waktu setempat, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak awal Juni 2026 pada sesi sebelumnya.

Sebelumnya, ahli strategi menilai harga emas dunia telah mencapai titik di mana risiko penurunan semakin terbatas, sementara potensi kenaikan harga dalam jangka panjang terus menguat. “Jika pasar memperhitungkan dua hingga tiga kali kenaikan suku bunga The Fed, maka menurut saya harga emas sudah mencerminkan ekspektasi kenaikan tersebut,” ungkap Kepala Strategi Ekuitas Global dan Aset Riil di Wells Fargo, Sameer Samana.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini