PKS Kediri Perkuat Hubungan Politik, Abdul Wasik Buka Tujuan Utama

0
127

Kunjungan PKS Kediri ke Partai Lain untuk Membangun Hubungan yang Lebih Baik

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Kediri, Abdul Wasik, mengungkapkan bahwa partainya telah melakukan serangkaian kunjungan ke berbagai kantor partai politik. Hal ini dilakukan setelah pelaksanaan Musda, sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pihak lain.

“Setelah Musda, kami sudah melakukan silaturahmi ke beberapa partai politik, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi masyarakat,” ujar Wasik saat ditemui di kediamannya pada Kamis 2 Oktober 2025.

Menurut Wasik, tujuan dari kunjungan ini adalah untuk membangun hubungan yang lebih baik antarpihak. Ia menilai bahwa kepercayaan dan keterbukaan antara partai politik akan mempermudah kerja sama di masa depan.

“Jika saling kenal sejak awal, maka semua hal akan lebih mudah dilakukan. Berbeda jika tiba-tiba bekerja sama tanpa saling kenal, pasti akan terasa kaku dan tidak luwes,” tambahnya.

Wasik juga menegaskan bahwa dalam sistem politik, partai tidak bisa bekerja sendiri. Untuk mengusung pemimpin, partai harus berkoalisi karena membutuhkan 20 persen suara.

“Partai politik diamanahkan oleh undang-undang untuk mencari pemimpin di legislatif dan eksekutif, sehingga kolaborasi sangat diperlukan,” jelasnya.

Peristiwa 30 Agustus sebagai Refleksi

Lebih jauh, Wasik menyampaikan bahwa kejadian 30 Agustus 2025 yang memicu kerusuhan hingga pembakaran menjadi titik terendah kepercayaan publik terhadap DPR serta partai politik. Kejadian tersebut dinilai memprihatinkan dan perlu segera diperbaiki.

“Kepercayaan masyarakat terhadap partai politik harus dipulihkan. Jika masyarakat menjadi apolitik atau acuh terhadap politik, itu akan kontra produktif terhadap pembangunan,” ujarnya.

Sambutan Hangat dari Tiga Partai

Sejauh ini, PKS Kabupaten Kediri telah bersilaturahmi ke tiga partai, yaitu PDIP, PAN, dan Golkar. Hasilnya, semua partai menyambut dengan baik.

Di Golkar, PKS diterima lengkap oleh pengurusnya termasuk wakilnya di DPRD. Di PDIP, mereka mengapresiasi karena PKS adalah satu-satunya partai yang pernah bersilaturahmi ke kantor mereka. Begitu pula di PAN, PKS disambut sangat baik.

Wasik menilai bahwa silaturahmi seperti ini penting karena anggota dewan tidak bisa bekerja sendiri. “Peraturan hanya bisa berjalan dengan dukungan lintas fraksi, maka kolaborasi politik adalah kebutuhan,” tambahnya.

Ia juga berjanji bahwa ke depan akan melanjutkan kunjungan ke partai lainnya.

Bukan Sekadar Strategi Politik Elektoral

Ketika ditanya apakah masifnya silaturahmi ini strategi untuk mendongkrak suara PKS, Wasik menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata politik elektoral. “Kita memang berkompetisi di pemilu, tapi setelah itu kita saling membutuhkan. Karena itu, silaturahmi menjadi agenda penting. Untuk internal, kami juga menyiapkan banyak program pembinaan kader,” jelasnya.

Tema besar PKS lima tahun ke depan adalah “2K dan 2P.”

  • 2K: Kader dan Kaderisasi, dengan fokus pada peningkatan jumlah kader, kompetensi, ekonomi, soliditas, dan militansi.
  • 2P: Pelayanan Publik, dengan penekanan pada advokasi kebijakan dan peningkatan pelayanan masyarakat.

Peran Keluarga Jadi Sorotan

PKS juga memiliki jaringan hingga tingkat desa melalui Bidang Perempuan dan Keluarga (BPK). Bidang ini dianggap strategis dalam memperkuat fungsi keluarga.

“Saat Munas, Presiden Prabowo dan Presiden PKS menitipkan pesan agar fungsi keluarga diperkuat. Apalagi, pada kejadian 30 Agustus lalu, pelaku anarkisme justru banyak anak di bawah umur. Jadi keluarga harus dilibatkan,” pungkas Wasik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini