Beranda News Polisi Bongkar Peran Very dalam Penetapan Tersangka

Polisi Bongkar Peran Very dalam Penetapan Tersangka

0
93

Penangkapan Very Kurnia Kusumah dalam Aksi Unjuk Rasa di Gedung DPRD Jabar

Seorang tersangka bernama Very Kurnia Kusumah akhirnya ditetapkan sebagai pelaku tindakan pidana dalam aksi unjuk rasa yang berujung keributan di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat. Kejadian ini terjadi pada akhir Agustus 2025, dan Very menjadi salah satu dari puluhan orang yang diamankan oleh pihak kepolisian.

Very ditangkap pada malam hari tanggal 30 Agustus 2025. Penangkapan tersebut dilakukan setelah adanya laporan polisi yang dibuat dengan nomor LP/A/10/VIII/SPKT/Ditreskrimum/Polda Jabar. Proses penangkapan ini dilakukan setelah petugas menemukan bukti-bukti bahwa Very terlibat langsung dalam aksi unjuk rasa yang berujung pada tindakan anarkis.

Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan bahwa Very turut serta dalam aksi tersebut. Bahkan, ia diketahui melakukan pelemparan terhadap petugas pengamanan yang sedang menjalankan tugasnya di sekitar Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat. Pada malam hari sebelum penangkapan, Very melakukan aksi pelemparan menggunakan batu pecahan trotoar yang ada di pinggir jalan, sekitar pukul 19.30 WIB.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan adanya indikasi tindak pidana yang dilakukan oleh Very. Oleh karena itu, penyidik melakukan gelar perkara pada tanggal 31 Agustus 2025.

Pada hari berikutnya, tepatnya 1 September 2025, penyidik menetapkan Very sebagai tersangka bersama beberapa orang lainnya. Dalam proses penyidikan, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi yang melihat kejadian tersebut. Dari keterangan saksi-saksi, mereka menyaksikan Very dan beberapa peserta aksi lainnya melakukan tindakan pelemparan.

Beberapa saksi bahkan mengakui bahwa mereka menjadi korban dari lemparan yang dilakukan oleh Very. Selain itu, polisi juga mengamankan batu pecahan trotoar yang digunakan oleh Very saat melakukan aksi tersebut. Selain itu, hasil visum dari para korban juga disimpan sebagai bukti dalam kasus ini.

Saat diperiksa oleh penyidik, Very mengakui bahwa dirinya sempat berteriak dengan kata-kata kasar kepada aparat pengamanan. Ia juga melemparkan batu ke arah petugas yang sedang bertugas. Tindakan tersebut membuat situasi semakin memanas dan berujung pada penangkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Proses hukum terhadap Very masih terus berlangsung, dan pihak kepolisian akan terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka maupun saksi-saksi yang terlibat. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua fakta dapat terungkap secara lengkap dan objektif.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini