Beranda News Prabowo: Kompetensi Prajurit Lebih Penting daripada Senioritas

Prabowo: Kompetensi Prajurit Lebih Penting daripada Senioritas

0
56

Pemimpin TNI Harus Berbasis Prestasi dan Dedikasi

Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi kepada Panglima TNI serta para kepala staf setiap matra untuk lebih memperhatikan prestasi daripada senioritas dalam proses seleksi kepemimpinan di TNI. Dalam pidatonya saat memimpin upacara HUT ke-80 TNI di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, pada Ahad, 5 Oktober 2025, Prabowo menyampaikan bahwa pemimpin yang terbaik harus memiliki dedikasi tinggi, cinta tanah air, dan prestasi yang nyata.

“Saya memberi izin kepada panglima TNI dan kepala staf untuk tidak terlalu memperhitungkan senioritas dalam seleksi kepemimpinan. Yang penting adalah prestasi dan pengabdian,” ujar Prabowo.

Ia menekankan bahwa tugas yang diberikan kepada TNI sangat berat, sehingga dibutuhkan kepemimpinan yang berkualitas. “Atas nama negara, bangsa, dan rakyat, saya ingatkan semua unsur pimpinan TNI dari setiap eselon dan tingkatan untuk selalu membina diri dan menjadi contoh,” tambahnya.

Kepemimpinan Harus Menjadi Teladan

Presiden juga menegaskan bahwa kepemimpinan di TNI harus memberikan keteladanan sesuai dengan prinsip Ing Ngarso Sung Tulodo, yaitu memberi contoh di depan. Ia menekankan bahwa tidak ada ruang bagi pemimpin yang tidak kompeten, tidak profesional, atau tidak memahami tugasnya.

“Panglima TNI dan kepala staf terus-menerus saya perintahkan untuk menilai pemimpin-pemimpin yang ada di TNI. Prajurit berhak dan menuntut kepemimpinan yang terbaik,” ujarnya.

Prabowo juga meminta TNI melakukan introspeksi diri secara menyeluruh. Ia mengingatkan TNI untuk bekerja sama dengan penegak hukum serta pemerintah daerah dan pusat dalam menjaga sumber daya alam negara.

Rombongan Parade Upacara HUT TNI ke-80

Presiden Prabowo melakukan pawai dari Istana Merdeka menuju Monas menggunakan mobil Maung Garuda. Ia didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan perwira tinggi TNI. Saat menuju lokasi upacara HUT TNI ke-80, mereka menyapa warga sepanjang jalan.

Prabowo terlihat berdiri di atas mobil Maung Garuda putih dengan kap atas terbuka. Di mobil terpisah, Sjafrie dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengikuti di belakang, disusul oleh para kepala staf setiap matra TNI. Para kepala staf yang ikut rombongan parade antara lain, Kepala Staf Angkatan Darat (AD) Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut (AL) Laksamana Muhammad Ali, dan Kepala Staf Angkatan Udara (AU) Marsekal M. Tonny Harjono.

Kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming

Wakil Presiden Gibran Rakabuming tidak terlihat dalam parade dari Istana. Namun, ia terlihat menyambut Prabowo di panggung VVIP. Setelah tiba di lokasi VVIP, Prabowo menginspeksi pasukan TNI dari setiap kesatuan. Ia didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Di belakangnya, tiga kepala staf TNI tiap matra mengikuti dengan mobil di belakang. “Terima kasih pengabdianmu!” kata Prabowo melalui mobil Maung kap terbuka.

Isu Kekerasan yang Berujung pada Kematian Prajurit

Dalam konteks keamanan dan kesejahteraan anggota TNI, terdapat indikasi kekerasan yang berujung pada kematian prajurit. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan institusi TNI untuk segera menindaklanjuti serta mencari solusi yang tepat agar tidak terulang kembali.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini