Presiden Palestina: Israel Lakukan Genosida dan Kejahatan Perang dalam Pidato Virtual di PBB

0
150

Pidato Virtual Presiden Palestina di Sidang Umum PBB

Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, menyampaikan pidato virtual dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Kamis, 25 September 2025. Pidato ini disampaikan melalui video karena Amerika Serikat menolak memberikan visa bagi Abbas untuk hadir secara langsung di New York.

Dalam pidatonya, Abbas mengkritik tindakan Israel dengan keras, menyebutnya sebagai pelaku kejahatan perang dan genosida. Ia menyoroti kondisi yang dialami rakyat Palestina di Gaza, yang selama hampir dua tahun terakhir menghadapi “perang genosida, kehancuran, kelaparan, dan pengusiran”. Pernyataan ini menunjukkan peningkatan ketegangan antara Palestina dan Israel, serta meningkatkan tekanan internasional terhadap pihak Israel.

Menurut laporan Al Jazeera, Abbas menuduh Israel menggunakan kelaparan sebagai senjata dan memperluas permukiman ilegal di Tepi Barat. Ia menilai tindakan tersebut semakin membuat berdirinya negara Palestina menjadi mustahil. Hal ini menunjukkan bahwa Abbas tidak hanya mengkritik Israel secara politik, tetapi juga menuntut langkah-langkah konkret dari komunitas internasional untuk membantu mendorong kemerdekaan Palestina.

Meski sangat keras terhadap Israel, Abbas juga menolak tindakan Hamas pada 7 Oktober. Ia menegaskan bahwa Hamas tidak akan memiliki peran dalam pemerintahan Palestina pasca-perang. “Hamas harus menyerahkan senjatanya kepada Otoritas Palestina. Kami tidak menginginkan negara bersenjata,” ujar Abbas, seperti dilansir oleh Arab News.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Abbas masih mempertahankan posisi yang netral terhadap Hamas, meskipun gerakan tersebut adalah salah satu kekuatan utama di wilayah Palestina. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan keteraturan dalam pemerintahan Palestina, serta menghindari konflik internal.

Dalam pidatonya, Abbas juga menyatakan siap bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Arab Saudi, Prancis, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tujuannya adalah untuk menjalankan rencana perdamaian yang telah direncanakan sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa Abbas tetap berharap adanya dukungan internasional untuk mencapai solusi damai antara Palestina dan Israel.

Majelis Umum PBB baru-baru ini mendukung deklarasi tujuh halaman yang mendorong solusi dua negara dan mengakhiri konflik di Gaza. Deklarasi ini menjadi bukti bahwa komunitas internasional masih percaya pada proses perdamaian dan solusi berbasis dialog.

Pidato Abbas ini tidak hanya menjadi bentuk protes terhadap tindakan Israel, tetapi juga menjadi ajakan untuk kembali memperkuat diplomasi dan kerja sama internasional. Dengan penyampaian pidato secara virtual, Abbas menunjukkan bahwa ia tetap aktif dalam diplomasi global, meskipun tidak dapat hadir secara langsung. Hal ini menunjukkan bahwa Palestina tetap memperhatikan peran pentingnya dalam forum internasional seperti PBB.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini