Indramayu, Reformasi.co.id – Film “Sangkuriang” yang dirilis pada tahun 1982 merupakan adaptasi dari legenda Sunda yang menceritakan asal-usul Gunung Tangkuban Perahu.
Disutradarai oleh Sisworo Gautama Putra, film ini menampilkan akting memukau dari Suzanna dan Clift Sangra, yang berhasil menghidupkan kisah klasik ini ke layar lebar.
Film ini kembali ditayangkan ANTV lewat Sinema Spesial Suzanna pada Rabu (2/4/2025) pukul 21:00 WIB. Sebelum itu, silakan simak terlebih dahulu sinopsis dan alur ceritanya.
Sinopsis
Dayang Sumbi, seorang putri kerajaan, tanpa sengaja mengucapkan janji akan menikahi siapa saja yang membantu mengambilkan teropong benangnya yang jatuh.
Lengser, seorang pegawai kerajaan, memenuhi permintaan tersebut, yang menyebabkan kemarahan Raja Prabangkara, ayah Dayang Sumbi. Akibatnya, Lengser dikutuk menjadi anjing bernama Tumang, dan Dayang Sumbi diusir ke hutan.
Di pengasingannya, Dayang Sumbi melahirkan Jaka Sona, yang tumbuh besar bersama Tumang tanpa mengetahui bahwa anjing tersebut adalah ayah kandungnya.
Alur Cerita
Suatu hari, Dayang Sumbi meminta Jaka Sona untuk membawakan hati menjangan. Dalam perburuannya, karena frustrasi tidak menemukan menjangan, Jaka secara tidak sengaja membunuh Tumang dan menyerahkan hatinya kepada ibunya.
Setelah mengetahui kebenarannya, Dayang Sumbi marah dan mengusir Jaka Sona, yang kemudian mengasingkan diri di sebuah gua. Selama pertapaannya, ia menerima kesaktian dan mengubah namanya menjadi Sangkuriang.
Setelah kembali, Sangkuriang bertemu dengan seorang wanita bernama Larasati, yang sebenarnya adalah Dayang Sumbi yang menyamar. Tanpa mengetahui identitas asli masing-masing, mereka jatuh cinta dan berencana menikah.
Namun, Dayang Sumbi akhirnya menyadari bahwa Sangkuriang adalah putranya dari bekas luka di kepalanya. Untuk menggagalkan pernikahan tersebut, Dayang Sumbi memberikan syarat yang mustahil: membendung Sungai Citarum dan membangun perahu dalam satu malam.
Dengan kesaktiannya, Sangkuriang hampir menyelesaikan tugas tersebut, namun Dayang Sumbi menggagalkannya dengan membuat fajar palsu. Marah karena usahanya digagalkan, Sangkuriang menendang perahu yang telah dibuatnya hingga terbalik, yang kemudian menjadi Gunung Tangkuban Perahu.
Data Film
Informasi | Detail |
---|---|
Judul | Sangkuriang |
Tahun Rilis | 1982 |
Durasi | 97 menit |
Genre | Drama |
Sutradara | Sisworo Gautama Putra |
Produser | Sabirin Kasdani |
Penulis Naskah | I. Sukardjasman |
Pemeran Utama | Suzanna (Dayang Sumbi/Larasati), Clift Sangra (Sangkuriang), Ryan Hidayat (Jaka Sona) |
Pemeran Pendukung | Baun Gazali (Lengser/Tumang), Ratno Timoer (Raja Prabangkara) |
Penata Musik | Gatot Sudarto |
Sinematografer | F. E. S. Tarigan M.A. |
Penyunting | E. Mukhsin Hamzah |
Perusahaan Produksi | PT Rapi Films |
Bahasa | Indonesia |
Warna | Berwarna |
Klasifikasi | 17+ |
Catatan | Film ini merupakan adaptasi dari cerita rakyat Sunda tentang asal-usul Gunung Tangkuban Perahu. ๎cite๎turn0search1๎๎ |
Film “Sangkuriang” berhasil menggabungkan elemen mitologi dengan drama yang mendalam, didukung oleh penampilan kuat dari para pemainnya.
Suzanna, yang dikenal sebagai “Ratu Horor Indonesia,” menunjukkan fleksibilitas aktingnya dengan memerankan karakter Dayang Sumbi yang kompleks.
Sementara itu, Clift Sangra memberikan interpretasi yang kuat sebagai Sangkuriang, pahlawan tragis dalam cerita ini. Kisah ini tidak hanya menghibur tetapi juga memperkenalkan penonton pada warisan budaya Indonesia yang kaya.