Beranda News Sugiono: Penerbitan Visa Atlet Israel Bukan Wewenang Kemenlu

Sugiono: Penerbitan Visa Atlet Israel Bukan Wewenang Kemenlu

0
146

Penolakan Ormas Keagamaan terhadap Atlet Israel dalam Kejuaraan Dunia Gimnastik

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (RI) Sugiono memberikan pernyataan mengenai penolakan yang dilakukan oleh organisasi keagamaan terhadap rencana kedatangan atlet Israel dalam kejuaraan dunia gimnastik di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa kejuaraan tersebut diselenggarakan oleh Persatuan Senam Indonesia (Persani), sehingga tidak ada permintaan izin dari pihak Kementerian Luar Negeri RI.

“Jika mereka diterima atau tidak, itu akan ditentukan apakah mereka mendapatkan visa atau tidak, dan itu bukan tanggung jawab Kementerian Luar Negeri,” ujar Sugiono saat berada di Istana Negara, Jakarta, 8 Oktober 2025.

Sugiono menegaskan bahwa isu ini harus dialihkan kepada Persani atau Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. “Karena pengurusan visa itu menjadi tanggung jawab imigrasi,” tambahnya.

  • Tempo telah mengirim pesan konfirmasi kepada Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan Agus Andrianto. Namun hingga berita ini ditulis, Agus belum merespons.*

Tindakan Organisasi Keagamaan

Sebelumnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan penolakan terhadap kedatangan atlet Israel ke Indonesia. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas menyampaikan bahwa Indonesia dikenal sebagai negara antipenjajahan yang sangat menghormati nilai-nilai perikemanusiaan dan perikeadilan. Sementara Israel, menurut Anwar, merupakan negara penjajah yang tidak menghargai manusia dan nilai-nilai kemanusiaan.

Anwar menyebut operasi militer Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di Gaza yang berlangsung selama dua tahun terakhir telah menewaskan sedikitnya 66.000 orang. Jumlah ini belum termasuk korban luka dan sakit. “Sehingga kehadiran atlet Israel tersebut untuk bertanding dalam kejuaraan dunia yang akan diadakan di Jakarta harus ditolak,” kata Anwar kepada Tempo, 8 Oktober 2025.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan mendorong seluruh pihak untuk menolak kedatangan atlet gimnastik Israel sebagai bentuk dukungan terhadap pembebasan Palestina dari segala penjajahan. “Sebaiknya ditolak karena argumen saya sesuai dengan amanat konstitusi, bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Penjajahan harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan pri-kemanusiaan dan pri-keadilan,” ujar Amirsyah di Jakarta pada Selasa, 7 Oktober 2025, dikutip dari Antara.

Menurut Amirsyah, penolakan atlet gimnastik Israel tersebut guna mempertahankan independensi serta nama baik olahraga Indonesia di mata dunia.

Informasi dari Media Asing

Media Israel bernama Jewish News Syndicates melaporkan bahwa sejumlah atlet gimnastik Israel dikabarkan akan mengikuti Kejuaraan Senam Artistik Dunia yang berlangsung di Jakarta, Indonesia, pada 19-25 Oktober 2025. Dikutip dari laporan itu, Federasi Senam Israel mengatakan bahwa mereka telah mendaftar untuk mengambil bagian dalam kejuaraan tersebut.

Media tersebut mengklaim bahwa Indonesia telah memberi tahu badan pengurus nasional senam di Israel bahwa mereka akan menyambut atlet Israel pada kompetisi itu. “Kami berkomunikasi langsung dengan penyelenggara dan yakin bahwa pertimbangan eksternal tidak akan memengaruhi olahraga ini,” ujar juru bicara Federasi Senam Israel seperti dilaporkan oleh JNS. “Kami berharap penyelenggara kompetisi menyetujui keikutsertaan delegasi serta persyaratan keamanan untuk memastikan delegasi dapat berpartisipasi dengan aman dalam kejuaraan.”

Bintang Olahraga Israel

Salah satu pesenam andalan Israel adalah juara Olimpiade Artem Dolgopyat. Pesenam Israel itu meraih medali emas dan perak di Tokyo serta Paris. Keberadaannya dalam kejuaraan ini menjadi sorotan internasional, terlepas dari kontroversi yang muncul akibat penolakan dari berbagai pihak di Indonesia.

Dewi Rina Cahyani berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini