Tajikistan dilaporkan telah mengajukan permohonan resmi untuk mengimpor sekitar 2,5 juta ton minyak dan produk bahan bakar dari Iran. Kementerian Transportasi negara Asia Tengah itu menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai respons terhadap kendala pasokan dari Rusia, pemasok tradisional mereka, yang saat ini mengalami kekurangan bahan bakar domestik.
Dalam pernyataan yang dirilis melalui situs resminya pada pekan ini, kementerian mengonfirmasi permintaan pasokan tersebut mencakup 2 juta ton minyak mentah, 150.000 ton bensin, 300.000 ton solar, dan 100.000 ton bahan bakar jet. Informasi ini mengutip laporan dari Reuters pada Kamis (20/08/2026).
Selama ini, Tajikistan sangat bergantung pada Rusia untuk memenuhi kebutuhan produk minyaknya, yang mencapai hingga 80%. Namun, negara yang memiliki kedekatan budaya dan bahasa dengan Iran ini kini mengalihkan pandangannya ke Teheran.
Pemerintah Tajikistan belum memberikan rincian mengenai jadwal pasti pasokan dari Iran tersebut. Kendala pasokan dari Rusia terjadi dalam beberapa bulan terakhir, seiring dengan meningkatnya serangan drone Ukraina yang menargetkan sejumlah kilang minyak di negara tersebut.
Sebelumnya, pada bulan Juli, Menteri Energi Tajikistan sempat menyatakan bahwa pemerintah sedang dalam tahap negosiasi dengan beberapa negara, termasuk Kazakhstan, Turkmenistan, Iran, Irak, dan Belarus, untuk mencari sumber pasokan produk minyak tambahan.
Saat ini, Rusia telah memberlakukan larangan ekspor untuk solar, bensin, dan bahan bakar pesawat demi menstabilkan pasar domestik. Meskipun demikian, kesepakatan pasokan antar-pemerintah dilaporkan dikecualikan dari larangan tersebut.
