Turunkan Inflasi, Pemkab Muba Gelar Gerakan Pangan Murah di Lais

0
119

Pemkab Muba Berkomitmen Jaga Stabilitas Harga Pangan

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mengendalikan inflasi daerah. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar secara masif di berbagai wilayah, termasuk Kecamatan Lais pada Kamis, 2 Oktober 2025.

Program GPM ini dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Drs H Thabrani Rizky, mewakili Bupati Muba. GPM menjadi bagian penting dari strategi Pemkab Muba untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap pangan dengan harga yang terjangkau. Thabrani Rizky menegaskan bahwa Pemkab Muba berkomitmen hadir di tengah masyarakat untuk mengendalikan inflasi.

“Melalui GPM, kami berupaya menjaga stabilitas harga pangan, memperlancar distribusi, serta memastikan ketersediaannya tetap terjaga,” kata Thabrani. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika harga pangan. Kerjasama melibatkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), BUMD, Bulog, dan pihak swasta.

“Kegiatan seperti ini tidak hanya membantu menjaga daya beli masyarakat, tapi juga mempererat kedekatan antara pemerintah dan warga,” tambahnya.

Penyediaan 1.600 Paket Bahan Pokok

Pada pelaksanaan GPM di Kecamatan Lais, Pemkab Muba melalui Dinas Ketahanan Pangan menyediakan 1.600 paket bahan pokok. Setiap paket terdiri dari 8 ton beras SPHP kemasan 5 kilogram dan 1.600 liter minyak goreng kemasan 1 liter. Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Muba, Apriyadi Aziz SSos MSi, menjelaskan bahwa kegiatan ini difasilitasi oleh Pemkab Muba bekerja sama dengan Perum Bulog Kanwil Sumsel–Babel dan PT Muba Energi Maju Berjaya.

Dukungan signifikan datang dari PT Muba Energi Maju Berjaya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa subsidi sebesar Rp5.000 per paket. “Total subsidi yang diberikan mencapai Rp8 juta untuk 1.600 paket, sehingga harga lebih terjangkau dan manfaatnya langsung dirasakan,” ungkap Apriyadi.

Respons Positif dari Masyarakat

Camat Lais, Zukar SKM MSi, menyampaikan apresiasi tinggi atas program ini, menilai GPM sangat membantu masyarakat. “Antusiasme warga sangat tinggi karena bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih bersahabat. Program ini benar-benar meringankan beban warga,” tutup Zukar.

Gerakan Pangan Murah ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah dalam menjaga kesejahteraan rakyat. Dengan adanya kerja sama antara pemerintah daerah, lembaga pemerintah, dan perusahaan swasta, program ini dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

Strategi Jangka Panjang untuk Mengendalikan Inflasi

Selain kegiatan GPM, Pemkab Muba juga terus melakukan upaya-upaya lain untuk mengendalikan inflasi. Hal ini melibatkan pengawasan terhadap pasokan dan distribusi barang kebutuhan pokok, serta penguatan koordinasi antar instansi terkait. Dengan pendekatan yang holistik dan kolaboratif, Pemkab Muba berharap mampu menjaga stabilitas harga pangan di wilayahnya.

Pemerintah kabupaten juga berencana untuk memperluas cakupan GPM ke berbagai kecamatan lainnya. Hal ini bertujuan agar lebih banyak masyarakat dapat merasakan manfaat dari program tersebut. Dengan demikian, Pemkab Muba menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kesejahteraan masyarakat melalui langkah-langkah nyata dan berkelanjutan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini