Bank BSN Cetak Laba Rp 643 Miliar, Aset Capai Rp 81,1 Triliun di Usia Satu Tahun

0
16
Bank BSN Cetak Laba Rp 643 Miliar, Aset Capai Rp 81,1 Triliun di Usia Satu Tahun
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu (paling kanan), dan Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor (tengah). (FOTO: IST)

PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) mencatatkan kinerja keuangan yang impresif di usia satu tahun pasca-transformasi kelembagaan. Hingga akhir Juli 2026, bank hasil spin-off UUS BTN dan integrasi Bank Victoria Syariah ini berhasil membukukan laba kotor sebesar Rp 643,6 miliar, melonjak 40% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Akselerasi pertumbuhan laba ini didukung oleh ekspansi aset yang mencapai Rp81,1 triliun per 31 Juli 2026, tumbuh 22,2% YoY. Pertumbuhan aset sejalan dengan peningkatan penyaluran pembiayaan sebesar 25,7% YoY menjadi Rp62 triliun, serta penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang naik 14,8% YoY menjadi Rp64,1 triliun.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu, mengapresiasi capaian Bank BSN yang dinilainya luar biasa dalam waktu singkat. “BTN sangat mengapresiasi kinerja rekan-rekan di Bank BSN yang hanya dalam kurun waktu singkat sudah bisa mewujudkan mimpi besar menjadi Bank Syariah terbesar ke-2 di Indonesia,” ujar Nixon dalam acara Tasyakuran Milad ke-1 BSN di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Nixon berpesan agar Bank BSN terus menjaga momentum pertumbuhan, mempertahankan keunggulan di sektor pembiayaan perumahan, serta memperkuat kemitraan strategis dengan entitas baru maupun yang telah terjalin, termasuk dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, menyatakan bahwa capaian positif di tahun pertama operasional ini membuktikan efektivitas transformasi kelembagaan yang dimulai sejak akuisisi Bank Victoria Syariah hingga spin-off pada Desember 2025. “Transformasi BSN bukan sekadar perubahan papan nama atau kelembagaan semata. Yang jauh lebih krusial adalah bagaimana perubahan ini memberi nilai tambah nyata, memperkuat kinerja, dan menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh pemangku kepentingan,” jelas Alex.

Dominasi KPR Subsidi dan Inovasi Digital

Sebagai bank yang berakar kuat pada ekosistem perumahan, Bank BSN terus memperkuat posisinya di sektor Pembiayaan Kepemilikan Rumah (KPR). Hingga Juli 2026, perseroan telah menyalurkan KPR Subsidi sebanyak 33.222 unit rumah. Target optimistis ditetapkan untuk akhir tahun 2026, yaitu penyaluran 69.636 unit KPR Subsidi, melampaui capaian 59.463 unit pada tahun 2025.

Untuk segmen KPR Non-Subsidi, realisasi pembiayaan hingga Juli 2026 mencapai Rp2,68 triliun, tumbuh 21,42% YoY. Posisi outstanding KPR Subsidi Bank BSN tercatat sebesar Rp37,95 triliun (tumbuh 24,18% YoY), sementara KPR Non-Subsidi menembus Rp18,64 triliun (tumbuh 18,56% YoY).

Bank BSN juga menunjukkan kelincahan dalam memacu kanal digitalnya melalui platform Bale Syariah by BSN. Hingga Juli 2026, platform ini telah menghimpun lebih dari 225 ribu pengguna aktif, dengan akumulasi transaksi melampaui 2 juta kali dan volume mencapai Rp4,88 triliun.

Fokus Pemberdayaan Ekonomi Umat dan UMKM

Pencapaian Bank BSN di tahun pertamanya mendapat apresiasi dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., berharap Bank BSN tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Umat Islam merupakan mayoritas penduduk di negeri ini, namun secara kualitas ekonomi masih menghadapi tantangan ketertinggalan. Kehadiran Bank BSN diharapkan dapat menjadi pilar strategis yang menopang dan memajukan ekonomi umat, khususnya di sektor mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” ungkap Haedar.

Haedar mendorong peningkatan kolaborasi strategis antara Bank BSN dengan PP Muhammadiyah, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), dan ‘Aisyiyah untuk mewujudkan program yang lebih konkret, aman, cepat, dan mudah dijangkau. “Muhammadiyah terus bergerak membangun ikhtiar di bidang pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi masyarakat di daerah terdepan dan terpencil. Kerjasama dengan BSN harus tepat sasaran agar dapat memberikan kemanfaatan dan berkah yang sebesar-besarnya bagi kemajuan bangsa,” pungkas Haedar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini