Pertumbuhan Layanan Paylater di Perbankan Indonesia Terus Meningkat
Pertumbuhan layanan paylater di sektor perbankan Indonesia terus menunjukkan tren yang signifikan. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa baki debet kredit paylater bank meningkat 32,35% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 24,33 triliun pada Agustus 2025. Pada bulan sebelumnya, pertumbuhan mencapai 33,56% YoY senilai Rp 24,05 triliun.
Selain itu, jumlah rekening paylater di perbankan juga mengalami peningkatan. Pada Agustus 2025, jumlah rekening paylater mencapai 29,33 juta rekening, meningkat dari Juli 2025 yang tercatat sebanyak 28,25 juta rekening.
Banyak perbankan telah mencatatkan pertumbuhan dalam layanan paylater ini. Salah satunya adalah PT Bank DBS Indonesia. Melalui fitur digibank Pay Later atau layanan yang tersedia pada Kartu Kredit digibank by DBS, Head of Cards and Loan Business Ari Lastina menyebutkan bahwa penggunaan layanan ini terus tumbuh. Hingga Agustus 2025, total nilai penyaluran digibank Pay Later tumbuh sebesar 10% YoY.
Ari menjelaskan bahwa pertumbuhan layanan paylater di Indonesia didorong oleh meningkatnya belanja online, kebutuhan akan opsi pembayaran fleksibel, dan inklusi keuangan yang lebih luas. Layanan ini sangat diminati oleh generasi muda karena prosesnya cepat dan mudah.
Selain itu, Ari menambahkan bahwa saat ini rasio NPL (Non-Performing Loan) atau kredit bermasalah pada kartu kredit Bank DBS masih terjaga pada level yang sehat.
Allo Paylater Menunjukkan Pertumbuhan Signifikan
PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan pada layanan Allo Paylater. Direktur Risiko, Kepatuhan, dan Hukum Allo Bank, Ganda Raharja Rusli, menjelaskan bahwa outstanding paylater tumbuh 40% dari posisi di akhir tahun lalu pada Agustus 2025.
Ganda menyatakan bahwa kinerja layanan Allo Paylater sangat baik dan menempati porsi yang cukup signifikan dari total kredit yang Allo Bank salurkan. Ia melihat bahwa kebutuhan akan produk pinjaman digital yang cepat, mudah, dan fleksibel sesuai dengan kebutuhan masyarakat masa kini.
“Kami memproyeksikan layanan Allo Paylater ini masih akan terus meningkat dengan target pertumbuhan 50% – 60% dari posisi di akhir tahun lalu,” ujarnya.
Ganda juga menekankan bahwa kondisi NPL Allo Bank saat ini masih cukup terjaga walaupun terjadi sedikit peningkatan dibandingkan akhir tahun 2024.
Raya Paylater: Layanan Baru yang Optimis Berkembang
Di sisi lain, salah satu pemain baru di layanan paylater adalah PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO). Raya Paylater di Raya App baru saja diluncurkan pada Juli 2025 lalu.
Namun, Direktur Keuangan Bank Raya, Rustarti Suri Pertiwi, menyatakan bahwa Bank Raya optimistis layanan Raya Paylater akan terus bertumbuh positif. Ia menegaskan bahwa basis nasabah yang semakin baik dan potensi yang ada dari nasabah di BRI Group akan mendukung pertumbuhan layanan tersebut.
“Strategi Bank Raya yang mengoptimalkan sinergi dengan ekosistem BRI Group akan menjadi faktor penting dalam pertumbuhan Raya Paylater,” tambahnya.



