Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi, termasuk PT Brantas Abipraya (Persero), kembali menyerahkan 645 unit Rumah Khusus (Rusus) tahap V kepada warga eks pejuang Timor-Timur di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Penyerahan dilakukan pada 19 Agustus 2026, sebagai bagian dari Program Penyediaan Hunian Pemerintah yang bertujuan mendukung masyarakat penerima manfaat dengan hunian yang layak, aman, dan nyaman.
Program pembangunan rumah khusus ini merupakan upaya pemerintah untuk menyediakan total 2.100 unit rumah bagi komunitas eks pejuang Timor-Timur. PT Brantas Abipraya berkontribusi signifikan dengan membangun 727 unit rumah dalam program ini. Inisiatif ini menjadi wujud nyata perhatian pemerintah dalam memberikan kepastian hunian yang layak bagi mereka yang telah menjadi bagian dari sejarah bangsa.
Setiap unit rumah khusus yang dibangun mengadopsi teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) tipe 36. Desainnya dirancang tahan gempa dan berdiri di atas kavling seluas 150 meter persegi. Selain menyediakan hunian, pengembangan kawasan ini juga mencakup infrastruktur pendukung untuk menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih nyaman dan kondusif bagi aktivitas masyarakat.
Peran Brantas Abipraya dalam Pembangunan Hunian
Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero), Dian Sovana, menekankan bahwa pembangunan rumah khusus ini tidak hanya berfokus pada penyelesaian fisik semata. Ia menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan karya konstruksi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Bagi Brantas Abipraya, pembangunan Rumah Khusus ini bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan konstruksi, tetapi juga menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami bersyukur dapat menjadi bagian dari sinergi pemerintah dalam menyediakan hunian yang layak bagi warga eks pejuang Timor-Timur,” ujar Dian dalam keterangan resmi, Jumat (21/8/2026).
Dian menambahkan, penyediaan rumah layak huni merupakan salah satu kontribusi Brantas Abipraya dalam mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini terutama penting bagi para eks pejuang Timor-Timur yang telah lama menantikan kepastian tempat tinggal yang layak.
“Kami memahami bahwa rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan tempat bagi keluarga untuk tumbuh, berkumpul, dan membangun kehidupan yang lebih baik. Karena itu, kami berupaya memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas dan ketepatan pelaksanaan agar hunian yang dibangun dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para penerima manfaat,” lanjut Dian.
Komitmen Kualitas dan Tata Kelola
Kehadiran hunian ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas hidup para penerima manfaat dan keluarganya, tidak hanya dalam hal tempat tinggal yang lebih layak. Lingkungan yang aman dan nyaman menjadi aspek krusial dalam menciptakan ekosistem yang mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Dian menegaskan kembali komitmen perusahaan terhadap kualitas konstruksi dan tata kelola yang baik dalam setiap penugasan. Ia menyatakan bahwa setiap proyek yang dijalankan Brantas Abipraya bertujuan untuk memberikan manfaat sosial yang signifikan bagi masyarakat.
“Setiap proyek yang kami bangun bukan sekadar menghasilkan bangunan, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat. Karena itu, Brantas Abipraya senantiasa mengedepankan profesionalisme, kualitas konstruksi, serta tata kelola yang baik dalam setiap penugasan pemerintah,” tambahnya.
Kolaborasi Lintas Sektor
Program penyediaan Rumah Khusus bagi warga eks pejuang Timor-Timur ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif. Kementerian PU bersama BUMN konstruksi seperti Brantas Abipraya bersinergi untuk mendukung pembangunan hunian dan infrastruktur dasar yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kontribusi Brantas Abipraya dalam program ini telah berlangsung sejak tahap pertama hingga kelima. Rinciannya, perusahaan membangun 130 unit pada tahap pertama, 217 unit pada tahap kedua, 81 unit pada tahap ketiga, 157 unit pada tahap keempat, dan 142 unit pada tahap kelima. Secara keseluruhan, jumlah hunian yang dibangun pada tiap tahap adalah 324 unit (tahap I), 403 unit (tahap II), 268 unit (tahap III), 460 unit (tahap IV), dan 645 unit (tahap V).
Pada tahap V, Brantas Abipraya kembali berkontribusi dengan membangun 142 unit dari total 645 unit yang diserahkan. Konsistensi ini menegaskan peran Brantas Abipraya dalam mendukung penyediaan hunian layak sekaligus memperkuat sinergi BUMN Konstruksi dengan pemerintah untuk menghadirkan manfaat pembangunan secara langsung kepada masyarakat.
Penyerahan Rumah Khusus pada tahap V ini diharapkan semakin banyak keluarga penerima manfaat di Kabupaten Kupang yang dapat menempati hunian yang lebih layak. Keberadaan rumah-rumah ini merupakan bagian dari perhatian berkelanjutan pemerintah dan wujud nyata sinergi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
“Ke depan, Brantas Abipraya akan terus mendukung berbagai program strategis nasional melalui pembangunan infrastruktur yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia. Sebagai BUMN Konstruksi, kami berkomitmen menjaga kepercayaan publik dengan terus menghadirkan karya terbaik yang aman, andal, dan sesuai standar yang berlaku,” tutup Dian.
