JAKARTA – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) diproyeksikan akan memiliki dana tunai sebesar US$1,3 miliar setelah menyelesaikan penjualan 48% sahamnya di Kestrel Coal. Perolehan dana segar ini diperkirakan akan memperkuat posisi neraca keuangan perseroan dan berpotensi membuka jalan bagi pembagian dividen yang signifikan kepada para pemegang saham.
Berdasarkan analisis yang dirilis oleh Ciptadana Sekuritas, transaksi penjualan Kestrel Coal ini ditargetkan akan selesai pada kuartal kedua tahun 2026. Pembayaran awal dari transaksi ini diperkirakan mencapai US$888 juta, dengan potensi tambahan sekitar US$264 juta yang akan diterima dalam kurun waktu lima tahun ke depan, bergantung pada pergerakan harga batu bara.
Dana tambahan tersebut akan dicairkan apabila harga batu bara metalurgi mampu melampaui US$225 per ton. Hal ini mengindikasikan bahwa komponen pembayaran tambahan lebih bersifat sebagai potensi peningkatan pendapatan, bukan sebagai pemasukan dana yang pasti berdasarkan skenario dasar.
Ciptadana Sekuritas menyatakan bahwa transaksi ini dilakukan dengan valuasi EV/EBITDA sebesar 6,5 kali, angka yang sejalan dengan valuasi perusahaan batu bara sejenis yang beroperasi di Australia.
Dividen Spesial dan Target Harga Saham
Lebih lanjut, Ciptadana mencatat bahwa Kestrel Coal hanya menyumbangkan sekitar 2% dari total laba bersih AADI pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa AADI berpotensi melakukan monetisasi aset yang kontribusinya relatif kecil terhadap laba, namun mampu menghasilkan tambahan kas yang cukup besar.
Implikasi terbesar dari transaksi penjualan Kestrel Coal ini, menurut Ciptadana, adalah penguatan neraca keuangan AADI. Dengan estimasi kas di tangan mencapai US$1,3 miliar, dan mengingat AADI saat ini berada dalam fase di mana kebutuhan belanja modal (capex) rendah, dana hasil penjualan tersebut memiliki peluang besar untuk dikembalikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen spesial.
Sebagai ilustrasi, pembayaran awal dari divestasi Kestrel sebesar US$888 juta berpotensi memberikan yield dividen sebesar 20% jika dihitung berdasarkan harga saham saat riset dibuat. Namun, perlu digarisbawahi bahwa besaran dividen yang akan dibagikan sepenuhnya akan menjadi keputusan manajemen perusahaan.
Ciptadana Sekuritas memberikan rekomendasi ‘buy’ untuk saham AADI dengan target harga Rp13.400. Target harga ini mencerminkan potensi kenaikan sebesar 34% dari harga saham saat riset tersebut diterbitkan. Selain itu, proyeksi yield dividen AADI untuk tahun 2026 dan 2027 masing-masing diprediksi sebesar 6,5% dan 9%.
