FTA Harus Buka Pasar Sekaligus Perkuat Industri Nasional

0
7
FTA Harus Buka Pasar Sekaligus Perkuat Industri Nasional
Focus Group Discussion (FGD) "Dampak Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) terhadap Kinerja Ekonomi dan Industrialisasi Indonesia". (ist)

Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), Akbar Djohan, menekankan pentingnya implementasi free trade agreement (FTA) yang tidak hanya membuka pasar, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi perekonomian dan memperkuat daya saing industri nasional.

Penegasan ini disampaikan Akbar Djohan saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Dampak Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) terhadap Kinerja Ekonomi dan Industrialisasi Indonesia” yang diselenggarakan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Acara tersebut juga dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Dalam pidato utamanya, Purbaya Yudhi Sadewa menggarisbawahi perlunya pendekatan yang komprehensif dan berbasis data dalam menganalisis dampak FTA. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi sektor industri yang terdampak dan merumuskan strategi penguatan industri nasional. Pemerintah juga berkomitmen mendorong penyusunan roadmap industrialisasi dan revitalisasi sektor manufaktur.

Akbar Djohan menambahkan bahwa keterbukaan pasar melalui FTA harus diimbangi dengan penguatan industri dalam negeri. “Hal yang perlu kita lihat bukan hanya bagaimana perdagangan menjadi lebih terbuka, tetapi bagaimana keterbukaan tersebut memberikan manfaat nyata bagi perekonomian dan industri nasional,” ujar Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA), dikutip dari siaran pers.

Akbar menyoroti efek berganda (multiplier effect) industri baja yang besar terhadap rantai pasok dan industri terkait. Setiap aktivitas senilai US$1 di industri baja disebut mampu mendorong sekitar US$2,5 di rantai pasok dan hingga US$13 di industri terkait. Oleh karena itu, implementasi FTA harus mempertimbangkan dampaknya terhadap investasi, utilisasi industri, tenaga kerja, serta keberlanjutan rantai pasok.

Krakatau Steel mendorong agar FTA diarahkan untuk membuka akses pasar sekaligus mendukung investasi, hilirisasi, transfer teknologi, dan peningkatan daya saing industri nasional. Hal ini dapat dicapai melalui penerapan trade remedies yang responsif serta penguatan rules of origin (ROO).

“Pada akhirnya, kebijakan atau skema apa pun harus dilihat dari manfaat nyatanya bagi industri dan perekonomian nasional. FTA harus menjadi instrumen untuk membuka pasar, tetapi pada saat yang sama memperkuat fondasi industrialisasi Indonesia,” tegas Akbar.

Penguatan daya saing industri nasional melalui implementasi FTA ini sejalan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini