Harga Daging Rp 150.000/Kg, Pedagang Pasar Minggu Pilih Pulang Kampung

0
7
Harga Daging Rp 150.000/Kg, Pedagang Pasar Minggu Pilih Pulang Kampung
Salah satu kios daging di Pasar Minggu, Jakarta, pada Jumat (21/8/2026). (B-Universe Photo/Erfan Maruf)

JAKARTA – Harga daging sapi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, terus bertengger di angka Rp 150.000 per kilogram selama lima bulan terakhir. Fluktuasi harga yang tidak kunjung turun ini memberikan tekanan signifikan pada penjualan para pedagang, bahkan mendorong sebagian dari mereka untuk memutuskan pulang ke kampung halaman.

Ahmad, seorang pedagang daging di Pasar Minggu, mengungkapkan bahwa mahalnya harga daging secara langsung menurunkan minat beli konsumen. Jika sebelumnya pembeli bisa leluasa membeli dalam jumlah besar, kini rata-rata pembelian menyusut menjadi hanya sekitar 2 kg hingga 3 kg.

“Biasanya orang beli 5 kg, sekarang jadi 2 atau 3 kg,” ujar Ahmad, Jumat (21/8/2026).

Penurunan daya beli ini juga tercermin dari jumlah stok yang berhasil terjual setiap harinya. Ahmad menuturkan, dari yang sebelumnya mampu menjual sekitar 50 kg daging, kini hanya sekitar 20 kg yang terjual.

“Biasanya 50 kg, sekarang tinggal 20 kg,” tuturnya.

Situasi yang sulit ini membuat sejumlah pedagang terpaksa meninggalkan Pasar Minggu dan kembali ke daerah asal mereka. Ahmad menyebutkan, setidaknya ada tiga pedagang lain yang telah memilih pulang kampung akibat harga daging yang tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan.

“Ada tiga orang yang pulang kampung karena harga enggak turun-turun,” kata Ahmad, yang diketahui berasal dari Pandeglang.

Kondisi serupa juga tampak di area sekitar terminal Pasar Minggu. Ahmad menambahkan bahwa banyak pedagang yang biasanya aktif berjualan kini memilih untuk tidak membuka lapak.

“Biasanya yang di sekitar terminal buka kalau malam, tapi sekarang pada enggak aktif,” ucapnya.

Akibat penurunan penjualan yang drastis, para pedagang membutuhkan waktu lebih lama untuk menghabiskan stok dagangan mereka. Berbeda dengan kondisi sebelum Lebaran, di mana stok daging biasanya sudah ludes atau hanya menyisakan 1-2 kg sekitar pukul 10.00 WIB, kini mereka harus menunggu hingga siang bahkan sore hari.

“Kalau sebelum Lebaran jam 10 sudah habis atau tinggal menyisakan 1-2 kg. Sekarang sampai 12 kg bahkan sampai sore karena kalau enggak habis setoran,” jelasnya.

Ahmad mengaku tidak mengetahui secara pasti akar permasalahan yang menyebabkan harga daging bertahan di level Rp 150.000 per kg. Ia menduga tingginya harga berkaitan dengan biaya pakan ternak serta ongkos akomodasi.

Saat ini, harga daging, baik lokal maupun impor, di tingkat konsumen berada di kisaran Rp 150.000 per kg. Menurut para pedagang, harga tersebut merupakan batas minimum yang harus mereka tetapkan untuk tetap bisa mendapatkan keuntungan.

“Kalau enggak segitu enggak untung. Kalau harga Rp 130.000, harga daging impor Rp 120.000,” katanya.

Ahmad berharap harga daging sapi dapat segera kembali ke kisaran normal, yaitu sekitar Rp 130.000 per kg. Harapan ini didasari keinginan agar daya beli masyarakat kembali pulih dan volume penjualan para pedagang dapat meningkat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini