Pemanfaatan Teknologi IoT dalam Budi Daya Ikan Nila di Sukabumi
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta perusahaan rintisan Banoo telah menyalurkan 60 perangkat yang terhubung ke internet, atau Internet of Things (IoT), kepada para peternak ikan nila di Sukabumi, Jawa Barat. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan hasil produksi dari budi daya ikan nila.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi IoT dalam sektor perikanan merupakan salah satu bentuk digitalisasi yang langsung berdampak pada masyarakat. Dalam program yang dilakukan di Kabupaten Sukabumi, penggunaan perangkat IoT ini telah terbukti meningkatkan produksi ikan nila hingga 40 persen.
“Ini adalah contoh nyata pemanfaatan digitalisasi yang diterapkan langsung oleh para pembudidaya ikan nila,” ujarnya.
Program Fasilitasi Pemanfaatan Teknologi Digital Sektor Perikanan Budidaya memberikan bantuan sebanyak 60 perangkat IoT Microbubble Aerator kepada 8 Pokdakan di 8 desa dan 4 kecamatan di wilayah Kabupaten Sukabumi. Kabupaten Sukabumi dipilih sebagai target program karena menjadi salah satu kabupaten penghasil ikan nila terbesar di Provinsi Jawa Barat.
Keuntungan Penggunaan Teknologi IoT
Alat IoT yang digunakan dalam program ini memiliki kemampuan untuk meningkatkan kadar oksigen dalam kolam budi daya hingga 60 persen dan menghemat pemakaian listrik hingga 40 persen dibandingkan kincir air konvensional. Selain itu, alat ini juga memudahkan para pembudidaya ikan dalam memantau parameter penting seperti kadar oksigen dan suhu kolam secara real-time.
“Para ibu bisa mengurus anak sambil memantau kondisi kolam ikan nila mereka. Koneksi internet memungkinkan mereka melihat data seperti kadar oksigen dan suhu hanya melalui ponsel,” jelas Meutya.
Menurutnya, program ini juga menjadi bukti bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya para pembudidaya ikan. Hasil panen yang meningkat dan pengurangan risiko gagal panen menjadi indikator keberhasilan program ini.
Mendorong Inovasi di Sektor Ketahanan Pangan
Meutya juga mengajak para pelaku startup untuk menciptakan inovasi di sektor-sektor prioritas pemerintah, seperti ketahanan pangan. “Ketahanan pangan menjadi fokus utama. Bagaimana menggunakan teknologi seperti IoT dan kecerdasan artifisial untuk mendukung program-program Asta Cita Bapak Presiden,” tambahnya.
Tujuan dari kehadiran Kemkomdigi dalam kegiatan panen raya ini adalah untuk memastikan bahwa manfaat digitalisasi dirasakan oleh masyarakat di daerah. “Kami ingin memberi semangat dan kepercayaan bahwa digitalisasi harus digunakan di tingkat use case langsung, bukan hanya di perkotaan tapi juga masuk ke desa-desa,” tegasnya.
Teknologi IoT Microbubble Aerator
Teknologi IoT Microbubble Aerator adalah solusi yang membantu menghasilkan gelembung berukuran mikro untuk meningkatkan unsur oksigen terlarut dan kualitas air. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Digital dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, serta startup digital Banoo.
Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan dapat menjadi contoh sukses dalam penerapan teknologi digital di sektor pertanian dan perikanan, khususnya di daerah pedesaan. Dengan peningkatan produksi dan efisiensi, para petani dan pembudidaya ikan akan lebih mudah dalam mengelola usaha mereka, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal.



