Ledakan Gas 12 Kg Gegerkan Warga Cengkareng
Pada hari Rabu (15/10/2025), sebuah ledakan gas yang terjadi di rumah Taman Palem Lestari RT 13/16 Cengkareng, Jakarta Barat, menimbulkan kegundahan di kalangan warga setempat. Insiden ini melibatkan tabung gas berukuran 12 kilogram dan menyebabkan dua korban terluka serta kerusakan parah pada bangunan.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan Sipayung, menjelaskan bahwa ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 5.50 WIB. Menurutnya, saat itu salah satu korban sedang ingin memasak, namun kondisi regulator tidak kencang. “Pada saat menghidupkan mungkin ada kesalahan jadi meledak,” ujarnya kepada wartawan.
Dari percikan api yang terjadi, gas yang terjebak dalam ruangan akhirnya berujung pada ledakan keras. Akibat peristiwa ini, satu korban mengalami luka bakar, sementara korban lainnya adalah tetangganya yang terkena reruntuhan bangunan. “Jadi korbannya yang 70 persen akibat luka bakar sekarang ada di RSUD,” imbuhnya.
Sebelumnya, sebuah ledakan keras membuat geger warga di kawasan Taman Palem Lestari, Cengkareng Barat, Jakarta Barat, Rabu (18/10/2025) sekitar pukul 05.30 WIB. Sumber ledakan diduga berasal dari kebocoran regulator tabung gas berukuran 12 kilogram yang berada di salah satu rumah warga.
Kanit Reskrim Polsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat, AKP Parman Gultom, membenarkan peristiwa tersebut. “Ya benar, telah terjadi sebuah ledakan yang diduga berasal dari kebocoran dari regulator tabung gas berukuran 12 kilogram di rumah warga Taman Palem Lestari,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (15/10/2025).
Dari hasil pemeriksaan TKP, ledakan itu terjadi di rumah yang ditempati oleh Eliharti (73), di Blok A27 No.3 RT 013/016. Dampak ledakan itu membuat material rumah rusak parah. Atap rumah rubuh, plafon dan kusen jendela hancur, bahkan kanopi gerbang ikut ambruk akibat kuatnya tekanan ledakan.
Rumah tetangga di sebelahnya yang ditempati Woen Fenny juga tak luput dari dampaknya — plafon jebol dan kusen pintu rusak berat. Akibat peristiwa tersebut, Eliharti (73) mengalami luka bakar hingga 70 persen dan segera dilarikan ke RS Pertamina untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara tetangganya, Woen Fenny, mengalami luka lecet di kepala akibat benturan.
Tim gabungan dari Reskrim Polsek Cengkareng, Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat, dan Inafis Polri telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Proses investigasi dilakukan secara mendalam untuk mengetahui penyebab pasti dari insiden ini.
Penyebab Ledakan Gas
Berdasarkan penjelasan yang diberikan oleh pihak kepolisian, penyebab utama ledakan adalah kebocoran regulator pada tabung gas 12 kilogram. Kondisi regulator yang tidak kencang menjadi faktor utama yang menyebabkan gas terperangkap dan akhirnya meledak. Hal ini menunjukkan pentingnya penggunaan alat-alat yang memadai dan pengawasan terhadap instalasi gas.
Selain itu, kejadian ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat tentang cara penggunaan tabung gas yang aman. Terutama ketika sedang memasak atau menggunakan alat-alat yang berhubungan dengan api. Masyarakat diharapkan lebih waspada dan memastikan bahwa semua alat dalam keadaan baik dan siap pakai.
Dampak yang Terjadi
Ledakan tersebut tidak hanya menimbulkan korban luka, tetapi juga merusak struktur bangunan yang cukup parah. Banyak bagian rumah yang hancur, termasuk atap, plafon, dan kusen jendela. Bahkan, beberapa bagian dari rumah tetangga juga terkena dampaknya. Hal ini menunjukkan betapa besar kekuatan ledakan yang terjadi.
Selain itu, kerusakan fisik pada bangunan juga memberikan dampak psikologis bagi para korban dan warga sekitar. Mereka merasa khawatir dan takut akan kemungkinan terjadinya insiden serupa di masa depan.
Langkah-Langkah Pemulihan
Setelah insiden terjadi, pihak berwajib dan tim medis segera bertindak. Korban luka langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti dari ledakan tersebut.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap tenang dan tidak panik. Diharapkan agar mereka dapat mengikuti arahan dari pihak berwenang dan menghindari tindakan yang bisa memperparah situasi.



