Beranda News Lengkap! Poin-Poin Penting Arahan Presiden Prabowo dalam Perayaan HUT TNI ke-80

Lengkap! Poin-Poin Penting Arahan Presiden Prabowo dalam Perayaan HUT TNI ke-80

0
133

Presiden Prabowo Subianto Beri Arahan Kepada TNI dalam Peringatan HUT ke-80

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, memberikan arahan kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan seluruh jajaran TNI dalam Upacara Peringatan HUT ke-80 TNI di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Acara ini dihadiri oleh ratusan ribu prajurit TNI yang hadir untuk merayakan momen penting tersebut.

Ucapan Selamat dan Terima Kasih

Dalam pembukaannya, Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-80 untuk TNI. Ia menekankan bahwa TNI adalah anak kandung dari rakyat Indonesia. Dengan demikian, TNI selalu berada di tengah-tengah rakyat, baik dalam kondisi baik maupun sulit. Ia meminta seluruh prajurit TNI untuk mengabdikan diri serta mengorbankan jiwa dan raganya demi bangsa Indonesia.

Selama upacara, Presiden juga melakukan pemeriksaan pasukan dengan menaiki kendaraan taktis Maung buatan PT Pindad. Ia didampingi oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI, dan tiga kepala staf angkatan. Mereka mengelilingi Monas untuk memeriksa pasukan yang hadir dalam jumlah besar.

“Terima kasih, terima kasih, terima kasih pengabdianmu,” ujar Presiden saat melihat ratusan ribu pasukan TNI yang hadir.

Peran Penting TNI dalam Pertahanan Negara

Menurut Presiden, para prajurit TNI memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas negara. Ia menegaskan bahwa TNI adalah tulang punggung pertahanan Indonesia. Atas nama bangsa dan rakyat, ia menyampaikan apresiasi atas prestasi TNI yang selalu siap bertindak pada saat-saat kritis. Ia menekankan bahwa TNI tidak akan ragu-ragu dalam mengutamakan kepentingan bangsa, negara, dan rakyat di atas segala sesuatu.

Izinkan Panglima TNI Tak Hitung Senioritas dalam Menentukan Pimpinan

Presiden juga menyampaikan bahwa TNI harus selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan. Untuk itu, TNI perlu menyiapkan diri, membina diri, dan menggembleng diri. Mantan panglima Kostrad ini menekankan bahwa TNI membutuhkan kepemimpinan terbaik.

“Saya ingatkan semua unsur pimpinan TNI dari setiap eselon, dari setiap tingkatan, harus selalu membina diri dan memberi contoh. Kepemimpinan di TNI harus kepemimpinan keteladanan,” kata dia.

Prabowo menyatakan bahwa tidak ada tempat bagi pemimpin-pemimpin yang tidak kompeten, tidak profesional, atau tidak memahami tugasnya. Ia sudah meminta Panglima TNI dan kepala staf untuk menilai pemimpin secara terus-menerus. Ia menegaskan bahwa prajurit TNI berhak menuntut kepemimpinan terbaik.

“Saya memberi izin kepada panglima TNI dan kepala staf dalam rangka seleksi kepemimpinan tidak perlu selalu memperhitungkan senioritas, yang penting prestasi, pengabdian, dan cinta tanah air,” tegasnya.

Tugas TNI Tidak Ringan dan Harus Introspeksi Diri

Dalam arahannya, Presiden menekankan bahwa tugas TNI tidak ringan. Ia memberikan contoh bahwa Nusantara telah diganggu oleh invasi asing selama ratusan tahun. Bahkan hingga hari ini, upaya pencurian kekayaan Indonesia masih terjadi.

“TNI harus introspeksi diri dengan semua unsur organisasi yang kita miliki. TNI harus tanggap, TNI harus bantu penegak hukum, TNI harus bantu pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk menjaga kekayaan kita, sumber daya alam kita,” pintanya.

Ia juga menekankan bahwa TNI bersama instansi terkait harus berusaha maksimal untuk menyelamatkan kekayaan tersebut. Pemerintah harus mengelola kekayaan tersebut demi kepentingan rakyat, yaitu mensejahterakan rakyat, memajukan bangsa, dan mencapai cita-cita Indonesia yang adil dan makmur.

Ganti Organisasi Usang di Tubuh TNI

Sebelum menutup arahannya, Presiden memerintahkan Panglima TNI dan jajarannya untuk terus membantu pemerintah membangun ekonomi negara. Ia meminta TNI tidak berhenti belajar dan berlatih. Termasuk dalam hal teknologi, sains, dan kecerdasan buatan.

“Saya perintahkan kepada panglima TNI dan kepala staf untuk kaji terus perkembangan teknologi dan sains, kaji terus organisasi, bila perlu organisasi yang usang diganti dengan organisasi yang tepat untuk kepentingan bangsa Indonesia. Ikuti perkembangan teknologi siber, teknologi kecerdasan, sekarang ini artificial intelligence, ikuti jangan ketinggalan,” tegasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini